Ketergantungan Kecerdasan Buatan Turunkan Kemampuan Kognitif dan Percaya Diri Pengguna

Penelitian terbaru mengungkap ketergantungan tinggi pada AI dapat menggerogoti rasa percaya diri dan kemampuan bernalar secara mandiri pada penggunanya.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Technology, Mind and Behavior pada Rabu (22/4/2026) mengungkapkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara berlebihan dapat memicu penurunan fungsi kognitif dan melemahkan rasa percaya diri pengguna dalam bernalar secara mandiri.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu dengan tingkat keterkaitan tinggi terhadap chatbot cenderung merasa alat tersebut berpikir untuk mereka. Dilansir dari Detik iNET, kondisi ini berujung pada menurunnya keyakinan seseorang terhadap kualitas ide orisinal yang mereka miliki.

Data eksperimen memperlihatkan perbedaan signifikan pada partisipan yang aktif mengelola hasil keluaran AI. Mereka yang mengedit, mempertanyakan, atau merombak jawaban dari mesin justru memiliki rasa kepemilikan dan kepercayaan diri yang lebih kuat dibandingkan pengguna pasif.

Sarah Baldeo, kandidat PhD bidang AI dan ilmu saraf di Middlesex University, menjelaskan bahwa dampak kognitif ini sangat bergantung pada bagaimana individu berinteraksi dengan teknologi tersebut. Gaya interaksi menjadi kunci utama perubahan aktivitas otak manusia.

"Ketika kita mengamati aktivitas otak berdasarkan bagaimana orang-orang memilih untuk menggunakan alat tersebut, kita bisa melihat adanya peningkatan atau penurunan. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan AI itu sendiri," ujar Sarah Baldeo, penulis studi tersebut.

Dalam pengujian, kelompok eksperimen diminta menyelesaikan serangkaian soal matematika menggunakan bantuan AI sebelum akses tersebut diputus secara mendadak oleh peneliti. Partisipan dipaksa melanjutkan pekerjaan tanpa bantuan teknologi untuk melihat respons otak dan mental mereka.

Hasilnya, mereka yang kehilangan akses chatbot mengalami kemerosotan kemampuan penalaran dengan sangat cepat. Selain itu, terdapat penurunan drastis pada motivasi dan kemauan partisipan untuk menyelesaikan tugas-tugas matematika yang tersisa secara manual.

Studi ini menyimpulkan bahwa penyerahan tugas intelektual sepenuhnya kepada mesin berisiko merusak kapasitas berpikir mandiri. Sebaliknya, penggunaan AI sebagai alat bantu pendukung tetap mampu mempertahankan kapasitas kognitif manusia selama kendali utama tetap dipegang oleh pengguna.

Recommended