BI Nilai Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Kecil pada Inflasi

Bank Indonesia menyatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi per 18 April 2026 hanya berkontribusi sekitar 0,04 persen terhadap inflasi nasional bulan April.

Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026, diperkirakan memberikan dampak minimal terhadap tingkat inflasi nasional pada bulan ini. Proyeksi kenaikan inflasi akibat kebijakan tersebut hanya berada di kisaran 0,04 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, dalam konferensi pers virtual pada Rabu (22/4/2026). Dilansir dari Detik Finance, BI menilai bobot BBM nonsubsidi dalam komponen pembentuk inflasi tidak cukup signifikan untuk memicu lonjakan harga yang ekstrem.

"BBM nonsubsidi apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi maka untuk bulan April ini bisa meningkatkan inflasi tapi tidak terlalu besar. Hanya sebesar 0,04 persenan," ujar Aida S. Budiman, Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Meskipun terdapat tekanan dari sektor energi, BI tetap optimistis sasaran inflasi untuk tahun 2026 dan 2027 dapat terjaga dalam rentang target 2,5 persen plus minus 1 persen. Optimisme ini muncul di tengah perlambatan ekonomi global yang diprediksi turun dari 3,1 persen menjadi 3,0 persen.

Untuk mendukung stabilitas harga, BI memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri diproyeksikan tetap stabil pada kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen sepanjang tahun berjalan.

Deputi Gubernur BI lainnya, Ricky Perdana Gozali, menegaskan bahwa 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia telah bersiap merespons potensi tekanan inflasi. Selain harga energi global, BI mengantisipasi risiko fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang dan mengganggu stabilitas harga pangan.

Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID) juga mengintensifkan program distribusi pangan dan pasar murah di berbagai wilayah. Koordinasi dengan satuan tugas daerah terus dilakukan guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap tepat sasaran di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Recommended