Datacomm dan Blaize Jalin Kerja Sama Kembangkan Solusi AI di Indonesia

Blaize dan Datacomm Diangraha sepakati pengembangan solusi AI inference untuk sektor industri dan keamanan publik di Indonesia melalui MoU di Gitex Asia.

Perusahaan komputasi kecerdasan buatan global, Blaize, resmi menjalin aliansi teknologi dengan penyedia layanan TI Indonesia, PT Datacomm Diangraha, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di pameran Gitex Asia 2026, Singapura, Minggu (26/4/2026).

Kemitraan strategis ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi solusi AI inference yang lebih aplikatif guna mendukung berbagai sektor industri di tanah air. Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh posisi Indonesia sebagai pasar AI dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik.

Dilansir dari Detik iNET, sektor kecerdasan buatan di Indonesia mencatatkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 31 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara saat ini.

Data laporan Empowering Indonesia 2025 turut memproyeksikan kontribusi besar dari kedaulatan AI (sovereign AI). Kehadiran teknologi tersebut diperkirakan mampu menyumbang hingga USD 140 miliar terhadap PDB Indonesia pada tahun 2030 mendatang.

Fokus kolaborasi kedua perusahaan mencakup pengintegrasian platform Hybrid AI Blaize ke dalam ekosistem DCloud milik Datacomm. Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan layanan AI yang terukur bagi pelanggan segmen korporasi atau enterprise.

Selain itu, pengembangan juga diarahkan pada penggunaan AI untuk analitik video dan sistem pengawasan pintar guna meningkatkan keamanan fisik dan logistik. Teknologi computer vision dan sensor juga akan dimanfaatkan untuk mendorong otomatisasi pada sektor industri nasional.

"Datacomm memiliki fondasi infrastruktur yang kuat serta relasi enterprise yang solid. Bersama-sama, kami mengeksplorasi bagaimana platform AI Blaize yang dapat diprogram dan hemat energi dapat menghadirkan nilai nyata," ujar Dinakar Munagala, Co-Founder sekaligus CEO Blaize.

Presiden Direktur Datacomm, Tan Wie Tjin, menegaskan bahwa kombinasi infrastruktur cloud perusahaan dengan platform Blaize akan menjawab kebutuhan solusi AI yang aman. Hal ini sejalan dengan pengalaman tiga dekade perusahaan dalam melayani infrastruktur kritikal.

Meskipun MoU ini masih bersifat kerangka awal dan tidak mengikat secara hukum, kesepakatan tersebut menjadi jalan pembuka bagi proyek AI yang lebih konkret. Pengembangan ke depan dipastikan tetap mengutamakan integrasi mulus dengan infrastruktur digital yang sudah ada.

Recommended