PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) berhasil membukukan kinerja keuangan yang kuat sepanjang tahun 2025. Emiten yang bergerak di sektor kelapa sawit, produk kayu, serta energi terbarukan ini mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan.
Total laba bersih perseroan mencapai Rp1,8 triliun, melonjak 60,2 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan DSNG yang mencapai Rp12,3 triliun, meningkat 21,7 persen secara tahunan, seperti dilansir dari Medcom.
Segmen kelapa sawit tetap menjadi penopang utama kinerja DSNG, menyumbang 88 persen dari total pendapatan. Penjualan dari segmen ini tercatat Rp10,8 triliun, menunjukkan peningkatan 23,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kenaikan harga jual rata-rata crude palm oil (CPO) sebesar 13,2 persen menjadi Rp14.474 per kilogram. Selain itu, volume produksi CPO juga mengalami pertumbuhan 4,9 persen, mencapai 631 ribu ton.
Produksi tandan buah segar (TBS) juga menunjukkan kenaikan 3,8 persen, mencapai 2,19 juta ton. Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menjelaskan bahwa stabilitas harga CPO didukung oleh pasokan global yang terbatas dari Indonesia dan Malaysia.
“Permintaan domestik yang kuat turut menjaga harga tetap stabil di tengah dinamika pasar global,” ujar Andrianto. Ia menambahkan, kuatnya permintaan domestik juga didorong oleh implementasi kebijakan biodiesel B40.
Pertumbuhan Segmen Lainnya dan Fundamental Kuat
Di luar bisnis utama kelapa sawit, DSNG juga mencatatkan pertumbuhan pada segmen lainnya. Penjualan produk kayu mencapai Rp1,2 triliun, naik 7,8 persen. Hal ini didorong oleh peningkatan volume penjualan panel kayu dan engineered flooring.
Sementara itu, segmen energi terbarukan mencatatkan pendapatan sebesar Rp226 miliar, meningkat dari Rp182,8 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh operasional penuh pabrik pelet kayu yang berlokasi di Boyolali.
Secara fundamental, total aset DSNG tercatat sebesar Rp17,6 triliun hingga akhir 2025. Ekuitas perseroan juga menguat menjadi Rp11,6 triliun, seiring dengan penurunan utang bank.
Atas kinerja positif ini, DSNG meraih sejumlah pengakuan di tingkat regional. Perseroan masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 dan Forbes Asia’s Best Under a Billion. Manajemen DSNG menyatakan optimisme terhadap kelanjutan kinerja positif dengan menjaga disiplin operasional dan meningkatkan produktivitas di seluruh lini bisnis.