Digital Realty Bersama memperkuat infrastruktur pusat data di Indonesia guna mendukung proyeksi nilai ekonomi digital nasional yang diperkirakan melampaui USD 130 miliar pada tahun 2026 mendatang. Langkah strategis ini mencakup penyediaan layanan interkoneksi terintegrasi untuk menghadapi lonjakan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI).
Sebagaimana dilansir dari Medcom pada Rabu (22/4/2026), perusahaan ini memposisikan diri sebagai penyedia data center netral (carrier-neutral) yang menghubungkan ekosistem lokal dengan jaringan global. Pengembangan ini difokuskan pada penyediaan layanan colocation yang mampu menangani beban kerja komputasi intensif.
Kesiapan infrastruktur tersebut didukung oleh rencana peluncuran ServiceFabric pada semester kedua 2026. Platform manajemen interkoneksi digital ini dirancang untuk menyatukan layanan cloud, jaringan, dan infrastruktur IT dalam satu ekosistem yang fleksibel dan aman bagi para pelaku industri.
Operasional utama perusahaan di Indonesia saat ini bertumpu pada fasilitas data center CGK10 dan CGK11. Kedua fasilitas tersebut telah mengantongi sertifikasi Tier IV dengan tingkat ketersediaan mencapai 99,995 persen, yang merupakan standar tertinggi dalam keandalan sistem pusat data.
Untuk mendukung teknologi AI, Digital Realty Bersama telah menyiapkan sistem pendingin cair (liquid cooling) dan dukungan daya berkepadatan tinggi. Fasilitas CGK11 juga diperkuat dengan keberadaan node IIX-JK2 milik APJII yang memastikan latensi rendah untuk lalu lintas data domestik.
"Kami menghadirkan fondasi pusat data yang kuat, aman, dan siap mendukung kebutuhan digital masa depan di Indonesia. Namun, komitmen kami tidak berhenti pada infrastruktur fisik saja," kata Andha Yudha Permana, Director of Business & Commercial Digital Realty Bersama.
Chief Financial Officer Digital Realty Bersama, Krishna Worotikan, menambahkan bahwa perkembangan AI akan menjadi katalis utama bagi transformasi industri secara global. Pemanfaatan ServiceFabric diharapkan memudahkan perusahaan di Indonesia untuk terhubung dengan ekosistem internasional secara efisien dan berkelanjutan.