Kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, menjadi salah satu dari 41 pemain yang dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series. John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, memanggil sejumlah nama baru untuk memperkuat tim.
Jean-Paul van Gastel, pelatih PSIM Yogyakarta, memberikan dukungan penuh kepada Cahya Supriadi atas pemanggilan ini. Ia menyatakan bahwa pemanggilan ini adalah kabar baik bagi Cahya dan juga sinyal positif dari tim pelatih Garuda.
Cahya Supriadi menjadi satu dari lima kiper yang dipanggil dalam skuad sementara. Pemain berusia 22 tahun ini telah tampil reguler bersama PSIM Yogyakarta di BRI Super League 2025/2026, dengan mencatatkan 23 penampilan.
Van Gastel berharap Cahya dapat terpilih masuk skuad final. Menurutnya, meskipun tidak terpilih, pemanggilan ini tetap menjadi sinyal bahwa Cahya dipantau oleh tim pelatih Timnas Indonesia.
Cahya harus bersaing dengan empat kiper lainnya untuk memperebutkan posisi utama, yaitu Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Emil Audero (Cremonese), Nadeo Argawinata (Borneo FC), dan Ernando Ari (Persebaya Surabaya).
FIFA Series 2026 akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada tanggal 27-30 Maret. Turnamen ini akan diikuti oleh Timnas Indonesia, Bulgaria, St. Kitts and Nevis, dan Kepulauan Solomon.
Pengumuman daftar skuad sementara Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 telah dilakukan melalui akun media sosial Instagram pada Senin (9-3-2026).
"Untuk Cahya, ini kabar yang luar biasa karena dia masuk pra-seleksi tim nasional. Saya rasa mereka memilih sekitar 40 pemain, jadi semoga dia bisa terpilih masuk skuad final," ujar Van Gastel.
Pelatih asal Belanda itu menilai pemanggilan Cahya menunjukkan performanya mendapat perhatian dari tim pelatih Garuda.
"Namun, jika tidak masuk pun, ini seperti sinyal dari pelatih kepala baru, yang mengatakan bahwa mereka memantau Anda. Jadi, saya rasa ini sinyal yang bagus untuk Cahya dan juga untuk PSIM," kata Van Gastel.