Dihantam Aksi Jual, IHSG Hari ini Anjlok ke Level 7.943 di Sesi I: Lima Saham Ini Justru Meroket Drastis

Pasar modal Indonesia sedang mengalami tekanan hebat pada perdagangan akhir pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam hingga 1,98 persen atau merosot sekitar 160,8 poin ke level 7.943,07 hanya dalam satu jam pertama perdagangan, Jumat (6/2/2026). Penurunan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar karena indeks sempat berada di zona nyaman sebelum akhirnya terlempar dari level psikologis 8.000.

Meskipun tekanan jual merata di hampir seluruh sektor, pergerakan IHSG hari ini diprediksi masih akan berfluktuasi cukup lebar di rentang 7.888 hingga 8.025. Terpantau sebanyak 591 saham terkoreksi, sementara hanya 111 saham yang mampu bertahan di zona hijau. Sisanya, sekitar 108 saham, cenderung jalan di tempat atau stagnan. Pelemahan ini juga terlihat jelas pada saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 yang ikut ambles sebesar 1,72 persen.

Dominasi Sentimen Negatif di Pasar Asia

Kondisi pasar domestik seolah mengekor tren negatif yang terjadi di bursa regional Asia. Sebagian besar bursa utama di kawasan ini memang sedang memerah. Berdasarkan data terkini, indeks Hang Seng di Hong Kong terjun bebas hingga 1,4 persen. Langkah ini juga diikuti oleh Straits Times Singapura yang melemah 0,68 persen dan Shanghai Composite China yang turun tipis 0,06 persen.

Menariknya, di tengah kepungan zona merah tersebut, bursa Nikkei Jepang justru berhasil melawan arus dengan penguatan 0,46 persen. Namun, sentimen positif dari Jepang rupanya belum cukup kuat untuk menahan aksi jual masif yang terjadi di lantai bursa Jakarta. Nilai transaksi hingga satu jam pertama perdagangan sudah menyentuh Rp 6,55 triliun dengan volume mencapai 14,13 miliar lembar saham.

Para analis menilai, ketidakpastian ekonomi global dan aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan beberapa waktu lalu menjadi pemicu utama. Frekuensi perdagangan yang mencapai 869.114 kali menunjukkan betapa dinamisnya pergerakan dana yang keluar masuk dari pasar saham kita pagi ini.

Daftar Saham Top Gainers: BUKK dan KJEN Melawan Arus

Di tengah “badai” yang melanda indeks, fenomena menarik muncul pada beberapa saham lapis kedua dan ketiga. Beberapa emiten justru mencatatkan kenaikan fantastis, bahkan ada yang menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Fenomena ini seringkali terjadi saat investor mulai mencari alternatif “safe haven” atau ruang spekulasi pada saham dengan kapitalisasi lebih kecil ketika saham blue chip sedang rontok.

PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) memimpin barisan top gainers dengan kenaikan luar biasa mencapai 31,94 persen ke posisi Rp 190. Tak mau kalah, raksasa infrastruktur PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) juga mencatatkan performa impresif. Saham BUKK melonjak 24,85 persen hingga mencapai harga Rp 2.060 per lembar saham.

Berikut adalah daftar lima saham yang mencetak cuan tebal saat pasar sedang lesu:

  • KJEN (PT Krida Jaringan Nusantara Tbk): Naik 31,94% ke Rp 190.

  • BUKK (PT Bukaka Teknik Utama Tbk): Naik 24,85% ke Rp 2.060.

  • FITT (PT Hotel Fitra International Tbk): Naik 19,55% ke Rp 795.

  • NTBK (PT Nusatama Berkah Tbk): Naik 15,91% ke Rp 102.

  • NZIA (PT Nusantara Almazia Tbk): Naik 15,22% ke Rp 212.

Sisi Lain Pasar: Emiten yang Terkena Auto Rejection Bawah (ARB)

Jika ada yang berpesta, tentu ada yang menderita. Di sisi seberang, beberapa emiten harus pasrah sahamnya diborong di harga terendah hingga membentur batas Auto Rejection Bawah (ARB). Pelemahan ini menjadi pukulan telak bagi para pemegang saham emiten tersebut di tengah kondisi pasar yang memang sedang tidak bersahabat.

PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) memimpin daftar top losers dengan penurunan 15 persen ke level Rp 85. Penurunan ini cukup mencolok mengingat volume jual yang cukup tinggi sejak pembukaan pasar. Selain PADI, emiten rumah produksi besar milik Manoj Punjabi, PT MD Entertainment Tbk (FILM), juga ikut terseret jatuh hingga 14,8 persen ke posisi Rp 6.475.

Berikut adalah deretan saham yang masuk dalam zona merah terdalam:

  1. PADI (PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk): Ambles 15% ke Rp 85.

  2. PIPA (PT Multi Makmur Lemindo Tbk): Turun 14,94% ke Rp 131.

  3. FILM (PT MD Entertainment Tbk): Anjlok 14,8% ke Rp 6.475.

  4. RMKO (PT Citatah Tbk): Turun 14,53% ke Rp 100.

  5. SSTM (PT Sunson Textile Manufacture Tbk): Melemah 14,24% ke Rp 1.355.

Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Melihat kondisi pasar yang sangat volatil ini, para praktisi pasar modal menyarankan agar pelaku pasar tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan (panic selling). Penurunan tajam yang terjadi secara mendadak seringkali menjadi kesempatan bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham yang secara fundamental masih kuat namun harganya terdiskon.

Namun, untuk perdagangan harian, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan. Memperhatikan level support dan resistance menjadi kunci agar tidak terjebak dalam penurunan yang lebih dalam. Seiring dengan IHSG yang mencoba mencari titik keseimbangan baru, pantauan terhadap rilis data ekonomi domestik dan pergerakan nilai tukar Rupiah juga akan menjadi faktor penentu arah pasar di sesi kedua nanti.

Apakah IHSG sanggup melakukan rebound di akhir perdagangan hari ini? Ataukah tekanan jual masih akan berlanjut? Pantau terus pergerakan pasar secara real-time untuk mendapatkan momentum terbaik.

Sumber : Investor

Recommended