Disdik DKI Wajibkan Sekolah Putar Audio Pencegahan Kekerasan

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mewajibkan sekolah memutar pesan suara pencegahan kekerasan setiap hari mulai Jumat, 17 April 2026 untuk lingkungan kondusif.

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta mewajibkan seluruh sekolah di wilayah ibu kota untuk memutarkan pesan suara pemberitahuan sebagai upaya mencegah kekerasan pada Jumat, 17 April 2026. Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa.

Dilansir dari Medcom, instruksi pemutaran pesan suara tersebut wajib dilakukan setiap hari kerja, yakni Senin sampai dengan Jumat. Pihak sekolah diminta memutarkan audio tersebut secara rutin pada jam istirahat siswa.

Instansi pendidikan juga diwajibkan untuk melaporkan pelaksanaan instruksi ini melalui tautan yang telah disediakan oleh Disdik DKI. Laporan yang dikirimkan harus menyertakan bukti berupa video saat pesan suara sedang diputar di lingkungan sekolah masing-masing.

"Putar setiap hari (Senin sampai dengan Jumat) pada jam istirahat," tulis informasi dalam akun Instagram resmi @disdikdki yang dikutip pada Jumat, 17 April 2026. Penegasan ini bertujuan agar setiap warga sekolah memahami peran mereka dalam saling melindungi.

Isi pesan suara yang dibagikan mengandung ajakan untuk menghargai sesama teman dan membangun persahabatan yang positif. Narasi dalam audio tersebut menekankan bahwa sekolah adalah tempat untuk tumbuh dan meraih impian, bukan tempat untuk merasa takut akibat perundungan.

Selain pesan edukatif, audio tersebut juga memuat informasi mengenai jalur pelaporan bagi korban kekerasan. Siswa atau pihak yang melihat aksi perundungan diarahkan untuk segera menghubungi hotline pusat perlindungan perempuan dan anak di nomor 081317617622 atau layanan Jakarta Siaga 112.

Disdik DKI Jakarta menyatakan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan bentuk pengingat nyata bagi seluruh elemen sekolah. Upaya ini diharapkan dapat menghentikan praktik bullying yang dapat merusak kepercayaan diri dan masa depan para pelajar.

Recommended