Seorang peneliti keamanan menerima hadiah sebesar USD 30 ribu (sekitar Rp 490 juta) dari perusahaan drone asal China, DJI, atas penemuan celah keamanan pada robot vacuum buatannya.
Sammy Azdoufal, nama peneliti tersebut, menemukan kerentanan saat bereksperimen mengendalikan robot vacuum DJI dengan gamepad PlayStation. Tanpa disangka, eksperimen itu justru mengungkap jaringan sekitar 7.000 robot yang rentan diakses dari jarak jauh.
Robot yang dimaksud adalah DJI Romo, sebuah perangkat pembersih rumah yang dilengkapi kamera dan dapat dikendalikan melalui aplikasi. Azdoufal menemukan potensi akses ilegal ke feed video robot, memungkinkan pengawasan kondisi rumah pengguna.
Dalam pernyataan resmi, DJI mengonfirmasi pemberian penghargaan kepada seorang peneliti keamanan independen, meskipun tidak menyebut nama Azdoufal. Informasi ini dikutip detikINET dari The Verge, Senin (9/3/2026).
Detail spesifik temuan yang diganjar hadiah tersebut tidak diungkapkan oleh DJI. Namun, perusahaan memastikan bahwa celah yang memungkinkan akses streaming video robot tanpa kode PIN telah diperbaiki.
Juru bicara DJI, Daisy Kong, menyatakan, "Kami dapat mengonfirmasi bahwa observasi terkait keamanan kode PIN telah ditangani pada akhir Februari."
Selain itu, DJI mengakui adanya kerentanan lain yang masih dalam proses perbaikan. Peningkatan sistem menyeluruh diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.
DJI juga mempublikasikan blog resmi yang menjelaskan langkah-langkah penguatan keamanan pada Romo. Dalam tulisan tersebut, DJI menyatakan telah menemukan masalah awal secara internal, dan memberikan kredit kepada dua peneliti keamanan independen yang menemukan kerentanan serupa.
DJI menegaskan bahwa Romo sebelumnya telah memiliki sertifikasi keamanan dari lembaga seperti ETSI dan UL Solutions, serta memenuhi standar keamanan di Uni Eropa.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sertifikasi keamanan, mengingat seorang peneliti mampu mengakses jaringan ribuan robot vacuum hanya dengan memanfaatkan celah keamanan yang ada.
DJI menyatakan komitmennya untuk terus memperbarui sistem keamanan perangkat dan aplikasinya, termasuk melalui audit keamanan independen. Perusahaan juga akan membuka lebih banyak peluang kolaborasi dengan komunitas peneliti keamanan di masa depan.