Rupiah kembali membuka pekan dengan kabar buruk. Pada awal perdagangan Senin pagi ini, nilai tukar rupiah langsung tertekan terhadap dolar Amerika Serikat dan melemah ke kisaran Rp17.600-an. Tekanan datang dari berbagai arah, baik dari dalam negeri maupun dari pasar global yang bergolak.
Berdasarkan data TradingView, mata uang Garuda dibuka merosot 61 poin atau 0,35 persen ke level Rp17.657,5 per dolar AS. Indeks dolar AS sendiri terpantau menguat 0,07 persen ke posisi 99,35. Angka ini langsung menjadi sorotan pelaku pasar, mengingat dalam beberapa pekan terakhir rupiah terus berjuang mempertahankan posisinya.
Yang menarik, pelemahan ini tidak hanya dialami rupiah. Mayoritas mata uang di Asia juga dibuka melemah, dengan yen Jepang terdepresiasi 0,12 persen, won Korea melemah 0,56 persen, serta ringgit Malaysia dan rupee India masing-masing tertekan 0,56 persen dan 0,21 persen. Ini menandakan tekanan bersumber dari sentimen global, bukan sekadar faktor domestik semata.
Dollar Hari Ini: Posisi Rupiah Senin 18 Mei 2026
Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 09.10 WIB, nilai tukar dolar AS berada pada posisi Rp17.658, menunjukkan penguatan sebesar 61 poin atau setara 0,35 persen.
Sementara data dari sumber lain sedikit berbeda. Berdasarkan data Antara, nilai tukar rupiah turun 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.
Adapun proyeksi pergerakan rupiah untuk hari ini berada dalam rentang yang cukup lebar. Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cenderung ditutup melemah pada rentang Rp17.470 hingga Rp17.530 per dolar AS menurut analis Bisnis.com. Sementara pengamat lain mematok rentang yang berbeda.
Prediksi Analis: Rupiah Masih dalam Tekanan
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. "Rupiah (Senin 18 Mei 2026) melemah kemungkinan rangenya Rp17.590-17.660," kata Ibrahim.
Ibrahim sebelumnya bahkan memperingatkan skenario yang lebih buruk. Dalam pernyataannya yang dikutip berbagai media, ia menyebut rupiah bisa menguji level Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS. Dan dalam skenario tekanan paling ekstrem, angka Rp18.000 per dolar AS disebutnya bukan tidak mungkin tercapai jika sentimen negatif global belum juga mereda sepanjang Mei 2026 ini.
Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah Hari Ini
Setidaknya ada tiga faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan ini.
1. Kenaikan Harga Minyak Dunia
Lonjakan harga minyak mentah global memberikan tekanan tersendiri bagi negara-negara pengimpor minyak. Indonesia sebagai salah satu negara yang masih bergantung pada impor minyak tidak bisa lepas dari dampak ini.
Analis senior mata uang MUFG Bank, Michael Wan, dalam laporan risetnya menyebut bahwa "pelemahan ini terutama terjadi pada negara pengimpor minyak seperti rupee India dan peso Filipina, yang kini menghadapi tekanan ganda dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya imbal hasil obligasi AS." Ia juga secara khusus menyebut rupiah Indonesia sebagai mata uang yang menghadapi "tekanan domestik dan sensitif terhadap kenaikan yield AS."
2. Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS (US Treasury Yield)
Ketika yield obligasi AS naik, investor cenderung menarik dana dari aset-aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, dan mengalihkannya ke instrumen dolar yang lebih aman. Ini menciptakan tekanan jual terhadap rupiah secara langsung.
Para investor memilih untuk mengamankan aset mereka dan beralih berinvestasi ke dolar AS, situasi yang pada gilirannya turut memicu kenaikan kembali harga minyak mentah dunia.
3. Sentimen Regional Asia yang Melemah
Pelemahan rupiah bukan berdiri sendiri. Kondisi ini dipicu oleh sentimen negatif global yang juga menekan mayoritas mata uang di kawasan Asia, dengan ringgit Malaysia dan won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan paling dalam setelah sama-sama anjlok 0,53 persen.
Perbandingan Kurs Rupiah vs Mata Uang Asia Hari Ini
Berikut perbandingan pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pada perdagangan Senin 18 Mei 2026:
| Mata Uang | Negara | Perubahan |
|---|---|---|
| Rupiah (IDR) | Indonesia | Melemah 0,35% ke Rp17.657,5 |
| Won (KRW) | Korea Selatan | Melemah 0,56% ke 1.504,00 |
| Ringgit (MYR) | Malaysia | Melemah 0,56% |
| Rupee (INR) | India | Melemah 0,21% |
| Yen (JPY) | Jepang | Melemah 0,12% |
| Dolar Singapura (SGD) | Singapura | Melemah 0,1% ke 1,2811 |
| Peso (PHP) | Filipina | Melemah 0,2% ke 61,683 |
Dari tabel di atas terlihat bahwa tekanan terhadap mata uang Asia bersifat merata, meski dengan intensitas berbeda-beda. Won Korea dan ringgit Malaysia menjadi yang paling tertekan pada sesi pagi ini.