Sejumlah negara di Timur Tengah dikabarkan tertarik dengan drone pencegat buatan Ukraina yang dirancang untuk menangkal drone Iran. Ukraina kini mempertimbangkan permintaan resmi dari negara-negara tetangga Iran, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengklaim bahwa sebelas negara telah meminta bantuan Kyiv untuk mengatasi ancaman drone Shahed, terutama terkait dengan perang Iran dan serangan di wilayah negara-negara Teluk.
"Hingga saat ini, ada 11 permintaan dari negara-negara tetangga Iran, negara-negara Eropa, dan AS. Terdapat minat yang jelas terhadap pengalaman Ukraina dalam melindungi nyawa, pencegat yang relevan, sistem peperangan elektronik, dan pelatihan," kata Zelensky, seperti dikutip detikINET dari Euro News.
Zelensky menyatakan kesediaan Ukraina untuk membantu, namun dengan prioritas kepada negara-negara yang turut mendukung perlindungan rakyat Ukraina. Beberapa permintaan telah dipenuhi, meskipun Zelensky tidak menyebutkan secara spesifik negara mana saja. Selain itu, Kyiv juga mempertimbangkan kemampuan pertahanan udaranya sendiri sebelum memberikan bantuan.
Sebelumnya, Zelensky mengungkapkan bahwa Ukraina telah mengirimkan drone pencegat dan tim ahli untuk melindungi pangkalan militer AS di Yordania, setelah menerima permintaan resmi dari Washington.
Sejak awal konflik dengan Ukraina pada tahun 2022, Iran menjadi salah satu sekutu terdekat Rusia. Teheran awalnya memasok drone tipe Shahed ke Rusia, kemudian berbagi teknologi untuk memungkinkan Rusia membangun fasilitas produksinya sendiri.
Sementara itu, Institute for the Study of War (ISW) menyatakan bahwa kampanye serangan gabungan AS-Israel menargetkan fasilitas produksi dan penyimpanan rudal serta drone di Iran. ISW menilai bahwa tindakan inilah yang sebenarnya ingin dilakukan Ukraina ketika mereka meminta senjata tertentu dari AS.
"Amerika Serikat lama menolak memberikan Ukraina senjata yang diperlukan untuk melakukan hal yang sama terhadap fasilitas Rusia, khususnya rudal Tomahawk," catat ISW.
ISW meyakini bahwa pemberian sejumlah kecil rudal canggih Tomahawk kepada Ukraina akan memungkinkan pasukan Ukraina merusak secara signifikan fasilitas produksi dan penyimpanan rudal serta drone di Rusia. Namun, tanpa Tomahawk, Ukraina harus bergantung sepenuhnya pada drone dan rudal jarak jauh miliknya sendiri.