PT Dymar Jaya Indonesia Kenalkan Solusi Keamanan Siber Berbasis AI

PT Dymar Jaya Indonesia memperkenalkan teknologi keamanan siber proaktif untuk hadapi lonjakan serangan deepfake dan bot di DCC 2026 Jakarta.

PT Dymar Jaya Indonesia memperkenalkan rangkaian solusi keamanan data terbaru untuk mengantisipasi ancaman kecerdasan buatan (AI) yang semakin agresif pada gelaran Dymar Cybersecurity Conference (DCC) 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Langkah ini diambil menyusul laporan yang dilansir dari Detik iNET mengenai lonjakan serangan injeksi digital untuk menyisipkan video deepfake yang meningkat hingga 1.151 persen pada perangkat tertentu.

Tren industri memprediksi serangan berbasis deepfake untuk penipuan transaksi akan tumbuh sebesar 162 persen pada 2025, sementara bot generasi baru kini mampu menembus sistem konvensional dengan tingkat keberhasilan 85 persen.

Managing Director PT Dymar Jaya Indonesia, Yuliani Kusnadi, menyatakan bahwa penguatan integrasi antara identitas, data, dan aplikasi merupakan kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha di tengah situasi risiko digital yang bersifat lintas sektor.

"Di era di mana ancaman bisa datang dari sisi mana saja, sinergi antara identitas, data, dan aplikasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," ujar Yuliani Kusnadi, Managing Director PT Dymar Jaya Indonesia pada Jumat (24/4/2026).

Yuliani menambahkan bahwa melalui DCC 2026, pihaknya membawa teknologi kelas dunia yang bekerja secara proaktif untuk menjaga ketahanan digital perusahaan agar tidak hanya bergantung pada sistem keamanan reaktif.

Pendekatan keamanan modern kini mulai beralih ke teknologi tanpa kata sandi atau phishing-resistant multi-factor authentication (MFA) berbasis FIDO2 guna memutus rantai pencurian identitas yang menjadi pintu masuk pembobolan data.

Perlindungan aplikasi finansial turut menjadi fokus utama karena serangan kini menyasar langsung ke perangkat pengguna melalui malware, manipulasi sistem, hingga eksploitasi perangkat yang telah dimodifikasi atau jailbreak.

Tantangan keamanan juga dilaporkan meluas ke rantai pasok digital dan pihak ketiga, sehingga visibilitas risiko vendor dan kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) menjadi faktor krusial bagi perusahaan.

Dalam konferensi tersebut, PT Dymar Jaya Indonesia menggandeng mitra global seperti Thales, Sophos, eMudhra, dan Blancco untuk menawarkan solusi enkripsi data yang siap menghadapi era komputasi kuantum dan pemantauan risiko real-time.

Recommended