Eksekutif OpenAI Mundur karena Kontrak Militer AS

Seorang eksekutif senior OpenAI mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas kesepakatan kontroversial dengan militer AS.

Kontrak kontroversial antara OpenAI dan militer Amerika Serikat memicu pengunduran diri seorang eksekutif senior perusahaan. Caitlin Kalinowski, yang sebelumnya ditugaskan memimpin divisi perangkat keras dan robotika OpenAI, menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk protes.

Kalinowski mengungkapkan bahwa keputusannya dipicu oleh kekhawatiran etis terkait pemanfaatan AI dalam peperangan modern dan isu keamanan dalam negeri. Ia mengumumkan pengunduran dirinya melalui platform LinkedIn dan X.

"Saya mengundurkan diri dari OpenAI. Saya sangat peduli dengan tim robotika dan karya yang kami bangun bersama. Ini bukan keputusan yang mudah," tulis Kalinowski, seraya menambahkan bahwa ia menyadari realitas pertahanan modern saat ini.

Namun, ia menyoroti adanya batasan tertentu yang menurutnya telah dilanggar. "AI punya peran penting dalam keamanan nasional. Namun, pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan yudisial dan persenjataan otonom mematikan tanpa kendali manusia adalah batasan-batasan yang seharusnya dipertimbangkan secara lebih matang daripada yang terjadi saat ini," tegasnya.

Pengunduran diri Kalinowski semakin memperjelas adanya perpecahan di Silicon Valley terkait dengan keterlibatan dalam kontrak militer. Kesepakatan OpenAI dengan Departemen Pertahanan terjadi setelah hubungan antara pemerintah dan perusahaan pesaingnya, Anthropic, mengalami kemunduran.

Anthropic sebelumnya mendorong adanya batasan ketat terkait penggunaan teknologinya, yang mengakibatkan pemerintahan Trump melabeli perusahaan tersebut sebagai "risiko rantai pasokan". OpenAI kemudian mengisi kekosongan tersebut dengan mengimplementasikan model AI-nya di jaringan rahasia pemerintah.

CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya mengakui bahwa langkah ini terkesan oportunistik dan ceroboh, meskipun perusahaan telah berupaya memperjelas batasan-batasan yang ada.

Menanggapi pengunduran diri tersebut, juru bicara OpenAI menyatakan bahwa perusahaan telah memiliki perlindungan bawaan untuk mencegah kekhawatiran yang diutarakan oleh Kalinowski. "Kami yakin kesepakatan kami dengan Pentagon menciptakan jalur yang layak untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab demi keamanan nasional, sembari mempertegas garis merah (batasan) kami: tidak ada pengawasan dalam negeri dan tidak ada senjata otonom," kata jubir OpenAI yang dikutip detikINET dari The Hill.

Kalinowski bergabung dengan OpenAI pada November 2024 untuk membantu membangun inisiatif robotika dan perangkat keras. Sebelum bergabung dengan OpenAI, Kalinowski bekerja di Meta mengembangkan augmented reality (AR), termasuk memimpin pengembangan kacamata AR Orion. Ia juga pernah bekerja untuk proyek headset virtual reality di Oculus dan menghabiskan enam tahun di Apple membantu mendesain MacBook.

Recommended