Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tim khusus untuk menginvestigasi gangguan pada 13 gardu induk yang menyebabkan pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis, 23 April 2026. Gangguan yang terjadi sejak pukul 10.25 WIB tersebut turut berdampak langsung pada aktivitas di kantor pemerintahan.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menginstruksikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan untuk berkoordinasi intensif dengan PT PLN (Persero). Langkah ini diambil guna mengidentifikasi kerusakan teknis dan memastikan pemulihan infrastruktur kelistrikan berjalan maksimal.
"Saya juga ini sudah koordinasikan tim dari Dirjen Ketenagalistrikan itu juga sudah ini melakukan koordinasi dengan PLN itu penyebabnya apa ya kemudian dari penyebab itu ini diselesaikan itu termasuk kemungkinan pergantian itu peralatan di beberapa gardu induk," ujar Yuliot Tanjung saat ditemui di kantornya pada Jumat, 24 April 2026.
Dilansir dari Detik Finance, PT PLN (Persero) melaporkan bahwa pemadaman tersebut dipicu oleh gangguan pada 13 gardu induk dari total 76 gardu yang menopang sistem kelistrikan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. PLN menyatakan telah melakukan upaya perbaikan segera setelah gangguan terdeteksi di lapangan.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Berdasarkan data internal, sekitar 95 persen pelanggan yang terdampak sudah mendapatkan kembali pasokan listrik pada pukul 12.23 WIB.
Sistem kelistrikan Jakarta baru dinyatakan pulih sepenuhnya pada pukul 15.05 WIB di hari yang sama. Haris menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk terus memperkuat keandalan sistem agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Saat ini, fokus utama tim teknis adalah mengevaluasi kelayakan peralatan pada gardu induk yang bermasalah. Proses penggantian komponen yang rusak akan dilakukan sesuai hasil rekomendasi investigasi tim Ditjen Ketenagalistrikan dan PLN.