ESET resmi meluncurkan fitur keamanan terbaru bernama ESET Cloud Workload Protection untuk organisasi dan perusahaan di Indonesia pada Kamis (7/5/2026). Fitur ini diintegrasikan ke dalam platform ESET PROTECT guna memperkuat pertahanan infrastruktur cloud dari ancaman siber yang kian kompleks.
Dilansir dari Medcom, solusi ini tersedia tanpa biaya tambahan bagi pengguna paket ESET PROTECT tertentu. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya adopsi teknologi cloud yang beriringan dengan risiko serangan ransomware serta kesalahan konfigurasi sistem.
Data dari Mordor Intelligence menunjukkan nilai pasar cloud di Indonesia diproyeksikan menyentuh angka USD2,81 miliar pada tahun 2026. Pertumbuhan ini diperkirakan akan terus melesat hingga mencapai USD5,5 miliar pada tahun 2031 mendatang.
Namun, pertumbuhan tersebut dibayangi oleh besarnya kerugian akibat pelanggaran data. Merujuk pada studi IBM, rata-rata kerugian akibat insiden kebocoran data di public cloud secara global saat ini telah mencapai USD5,17 juta untuk setiap kasusnya.
Modul ESET Cloud Workload Protection dirancang untuk mengamankan beban kerja di lingkungan public cloud, private cloud, maupun virtual machine (VM) on-premise. Sistem ini menggunakan satu tampilan terpadu guna mempermudah admin dalam memantau aktivitas keamanan lintas platform.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) turut disematkan dalam fitur ini untuk mendeteksi anomali dan ancaman berbasis perilaku. Dengan otomatisasi respons, tim teknologi informasi dapat melakukan mitigasi serangan secara lebih efisien sebelum dampak kerusakan meluas ke seluruh jaringan.
"Dengan ESET Cloud Workload Protection, kami mengurangi permukaan serangan yang dihadapi pengguna dengan memperluas proteksi ke cloud workload mereka di public cloud serta private cloud dan virtual machine di on-premise," kata Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group.
Pelanggan selain paket PROTECT ENTRY dapat menikmati fitur ini dengan menghubungkan platform ESET PROTECT ke layanan Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, atau Google Cloud Platform. Data dari VM kemudian akan diproses melalui platform ESET PROTECT XDR.
Selain fungsi proteksi, fitur ini mendukung penyusunan bukti audit untuk memenuhi standar keamanan seperti NIST, CIS, dan PCI DSS. Hal ini dinilai krusial bagi kepatuhan perusahaan terhadap regulasi perlindungan data pribadi dan pedoman keamanan dari BSSN.