Dominasi Dinosaurus Batasi Evolusi Umur Panjang Mamalia

Penelitian terbaru mengungkap tekanan evolusi era dinosaurus menyebabkan mamalia kehilangan gen umur panjang demi reproduksi cepat.

Ahli mikrobiologi dari University of Birmingham, Joao Pedro de Magalhaes, mengemukakan pada Senin (4/5/2026) bahwa dominasi dinosaurus pada masa lampau telah mengubah jalur evolusi mamalia terkait umur panjang. Tekanan predator purba memaksa nenek moyang mamalia memprioritaskan reproduksi cepat dibandingkan ketahanan hidup jangka panjang.

Hipotesis yang disebut sebagai leher botol umur panjang ini menjelaskan mengapa mamalia modern memiliki keterbatasan genetik dalam hal regenerasi sel. Dilansir dari Detik iNET, fenomena ini terjadi akibat hilangnya gen-gen penting selama Era Mesozoikum ketika dinosaurus menjadi predator dominan di Bumi.

Selama lebih dari 100 juta tahun, mamalia purba harus bertahan hidup dengan ukuran tubuh kecil dan aktivitas di malam hari untuk menghindari pemangsa. Kondisi lingkungan yang berbahaya membuat investasi biologis pada umur panjang menjadi tidak menguntungkan bagi kelangsungan spesies.

"Hipotesis saya adalah bahwa tekanan evolusi yang begitu lama pada mamalia purba untuk bereproduksi secara cepat telah menyebabkan hilangnya atau nonaktifnya gen-gen dan jalur yang berkaitan dengan umur panjang," tulis de Magalhaes dalam makalah di jurnal BioEssays.

Data penelitian menunjukkan bahwa mamalia kehilangan beberapa enzim pemulihan tubuh yang masih dimiliki oleh reptil dan amfibi. Salah satu contohnya adalah hilangnya kemampuan regenerasi kulit dari kerusakan sinar ultraviolet serta keterbatasan pertumbuhan gigi yang berhenti pada usia tertentu.

Meskipun spesies besar seperti gajah dan paus dapat hidup hingga ratusan tahun, de Magalhaes menilai mereka tetap terikat pada batasan genetik warisan era dinosaurus. Hilangnya informasi genetik ini juga diduga berkaitan dengan tingginya frekuensi penyakit kanker pada mamalia akibat proses penuaan yang lebih cepat.

Penelitian ini memberikan sudut pandang baru mengenai alasan biologis di balik perbedaan kecepatan penuaan antara mamalia dan reptil. De Magalhaes meyakini bahwa keterbatasan kemampuan perbaikan seluler saat ini merupakan dampak permanen dari posisi mamalia yang berada di bagian bawah rantai makanan jutaan tahun lalu.

Recommended