PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meningkatkan kesiapan layanan penyeberangan untuk Angkutan Lebaran 2026, khususnya di wilayah kepulauan seperti Provinsi Kepulauan Riau. Perjalanan mudik di wilayah ini memiliki karakteristik khusus karena mengandalkan laut sebagai penghubung utama antar pulau.
Heru Widodo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), menyatakan bahwa Kepulauan Riau memegang peranan penting dalam sistem transportasi nasional, terutama saat periode mudik Lebaran yang selalu diwarnai lonjakan penumpang dan kendaraan.
"Wilayah kepulauan memerlukan perencanaan operasi yang akurat. Oleh karena itu, kami memperkuat armada, menambah frekuensi perjalanan, dan mengatur pola operasi secara terukur. Prioritas utama kami adalah keselamatan, serta keseimbangan antara kapasitas dan kebutuhan," ujar Heru dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Menurut data ASDP Cabang Batam, produksi Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Tanjung Uban diperkirakan meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pergerakan di Pelabuhan Telaga Punggur diprediksi mencapai 64.483 penumpang dan 18.210 kendaraan. Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Uban diperkirakan melayani 61.822 penumpang dan 17.666 kendaraan.
Kedua pelabuhan tersebut menyediakan berbagai lintasan yang dilayani oleh kapal-kapal seperti KMP Barau, KMP Tanjung Burang, KMP Mulia Nusantara, KMP Niaga Ferry II, KMP Lome, KMP Sembilang, KMP Satria Pratama, KMP Senangin, KMP Teluk Singkil, KMP Bahtera Nusantara 01, serta KMP Bahtera Nusantara 03.
Reno Yulianto, General Manager ASDP Cabang Batam, menjelaskan bahwa puncak arus di Pelabuhan Telaga Punggur diperkirakan terjadi pada 19 dan 24 Maret 2026. Sementara lonjakan tertinggi di Pelabuhan Tanjung Uban diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026.
ASDP menyiapkan penguatan pola operasi dengan kuota kapal terbanyak pada periode H-2 dan H+2 di Telaga Punggur untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Di Tanjung Uban, penguatan layanan dilakukan secara bertahap mulai H-9, H-3, H-1 hingga H+5 dan H+8, menyesuaikan dengan karakter arus mudik dan arus balik.
Kapasitas angkut dioptimalkan pada lintasan tersibuk Telaga Punggur-Tanjung Uban melalui pengoperasian empat kapal pada kondisi normal dan meningkat menjadi lima kapal saat kepadatan tinggi. Berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan, termasuk buffer zone, tollgate, vending machine, klinik kesehatan, layanan pelanggan, ruang tunggu yang nyaman, dan fasilitas ibadah untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
Koordinasi lintas sektor bersama BMKG dan pemangku kepentingan terkait diperkuat oleh ASDP guna memastikan pemantauan cuaca secara real time. Hal ini memungkinkan penyesuaian operasional dilakukan dengan cepat dan responsif.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy yang tersedia hingga H-60 sebelum keberangkatan. Fleksibilitas layanan juga diberikan melalui kebijakan refund 25 persen dan reschedule sebesar 10 persen untuk menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.
ASDP optimistis layanan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar berkat kesiapan operasional yang matang dan kolaborasi berkelanjutan. Tujuannya menghadirkan perjalanan mudik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat dalam semangat #MenghubungkanIndonesia dan #NyamanBersama.