Perusahaan teknologi F5 memperkenalkan pembaruan pada Application Delivery and Security Platform (ADSP) dalam ajang AppWorld yang berlangsung Rabu, 22 April 2026. Langkah ini bertujuan mempermudah organisasi dalam mengelola kompleksitas infrastruktur IT serta mempercepat adopsi Artificial Intelligence (AI) secara aman.
Integrasi solusi ini mencakup pengelolaan data center, cloud, hingga lingkungan edge yang tersebar luas. Dilansir dari Medcom, inovasi utama yang diperkenalkan adalah F5 Insight yang menyediakan kemampuan observabilitas terpadu dan kecerdasan proaktif untuk visibilitas real-time pada lingkungan hybrid.
"F5 ADSP menyederhanakan hal tersebut ke dalam satu platform terpadu," ujar Kunal Anand, Chief Product Officer F5. Ia menekankan bahwa platform ini hadir untuk mengatasi kendala tim operasional yang sering terjebak dalam ribuan peringatan tanpa wawasan relevan.
F5 Insight menggunakan Model Context Protocol (MCP) untuk memberikan panduan berbasis kecerdasan buatan melalui interaksi bahasa alami. Fitur tersebut memungkinkan tim IT memprioritaskan tindakan guna mengatasi kerentanan sistem sebelum memberikan dampak buruk bagi pengguna akhir.
Pembaruan lainnya mencakup rencana perilisan BIG-IP v21.1 pada kuartal kedua 2026 yang mengusung fitur Post-Quantum Cryptography (PQC). Teknologi ini disiapkan untuk menghadapi ancaman komputasi kuantum di masa depan dengan dukungan cipher kriptografi standar NIST.
Keamanan beban kerja AI juga ditingkatkan melalui perlindungan MCP dan fitur Dynamic Client Registration (DCR) pada versi terbaru tersebut. Selain itu, solusi Web Application Firewall (WAF) milik F5 kini telah mendukung spesifikasi OpenAPI 3.1 guna melindungi API modern pada protokol HTTP/3.
F5 NGINX turut menghadirkan agentic observability untuk memantau trafik agen AI dan mendeteksi aktivitas shadow AI. F5 juga menyederhanakan skema paket layanan cloud mereka menjadi dua tingkatan, yakni Essentials dan Enterprise, untuk mempermudah migrasi pelanggan ke platform berbasis SaaS.