Administrasi Penerbangan Federal (FAA) resmi melarang terbang roket New Glenn milik Blue Origin setelah terjadi kegagalan peluncuran satelit pada Minggu, 19 April 2026. Keputusan ini diambil guna memberikan ruang bagi penyelidikan menyeluruh atas insiden yang dialami perusahaan antariksa milik Jeff Bezos tersebut.
Kegagalan teknis ini menyebabkan satelit AST SpaceMobile tidak berhasil mencapai titik orbit yang direncanakan. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, masalah utama teridentifikasi pada sistem penggerak roket yang tidak mampu memberikan daya dorong maksimal saat fase krusial peluncuran.
Kepala Eksekutif Blue Origin, Dave Limp, mengakui bahwa performa mesin roket New Glenn tidak sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan. Pihak perusahaan menyatakan penyesalan karena misi tersebut gagal memenuhi target yang diharapkan oleh tim internal maupun pihak pelanggan.
"Kami jelas tidak memenuhi misi yang diinginkan pelanggan kami, dan yang diharapkan tim kami," kata Dave Limp, Kepala Eksekutif Blue Origin. Pernyataan tersebut menyusul konfirmasi bahwa satelit yang dibawa kini tidak dapat dioperasikan karena posisi orbit yang tidak tepat.
FAA akan bertindak sebagai pengawas dalam investigasi yang dipimpin langsung oleh tim Blue Origin. Otoritas penerbangan Amerika Serikat tersebut berwenang menyetujui laporan akhir serta menentukan langkah perbaikan yang wajib dijalankan sebelum roket diizinkan kembali mengangkasa.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Blue Origin mengingat penerbangan hari Minggu tersebut merupakan peluncuran ketiga bagi roket New Glenn. Kegagalan ini juga mengancam rencana peluncuran belasan misi lain yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2026.
Dampak dari larangan terbang ini diperkirakan meluas hingga ke program nasional Amerika Serikat untuk kembali mendaratkan manusia di Bulan. Roket New Glenn memiliki peran vital dalam linimasa misi Artemis 3 yang ditargetkan terlaksana pada tahun 2028 mendatang.
Todd Harrison dari American Enterprise Institute menilai proses investigasi dapat memakan waktu hingga empat bulan atau lebih. Jika durasi penyelidikan melampaui estimasi tersebut, program Artemis diprediksi akan mengalami penundaan jadwal yang signifikan dari target awal.
AST SpaceMobile selaku pemilik satelit menyatakan bahwa kerugian finansial akibat kegagalan ini akan ditutup oleh pihak asuransi. Hingga saat ini, belum ada rincian nominal angka kerugian yang dirilis secara resmi oleh perusahaan penyedia layanan konektivitas tersebut.