Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) secara resmi mulai membidik para pemain video game untuk dididik menjadi petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC) pada Rabu (15/4/2026). Langkah strategis ini diambil guna mengatasi krisis kekurangan tenaga kerja kronis di sektor keselamatan penerbangan nasional.
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, kampanye rekrutmen ini memanfaatkan iklan khusus yang akan dibuka pada pekan depan dengan menonjolkan kemiripan intensitas antara bermain game dan memandu pesawat. FAA menawarkan gaji fantastis mencapai USD 155.000 atau sekitar Rp 2,4 miliar per tahun bagi mereka yang telah bekerja selama tiga tahun.
Menteri Transportasi AS, Sean P. Duffy, menjelaskan bahwa strategi baru ini sengaja menyasar demografi dewasa muda yang memiliki kemampuan dasar mumpuni. FAA harus beradaptasi untuk menjangkau generasi pekerja ATC berikutnya demi menjamin keberlanjutan operasional udara di masa depan.
"Anda telah berlatih untuk ini," ujar narasi dalam iklan rekrutmen tersebut yang menyamakan koordinasi dalam permainan video dengan tuntutan kerja nyata. Pendekatan ini mengadopsi kampanye "level up" yang pernah diperkenalkan pada tahun 2021 untuk menarik minat para penggemar game strategi dan simulasi.
Data internal FAA menunjukkan bahwa institusi tersebut idealnya membutuhkan 14.663 pengontrol aktif, namun saat ini masih kekurangan sedikitnya 3.000 personel. Situasi diperkirakan semakin mendesak karena ribuan staf senior dijadwalkan akan memasuki masa pensiun atau berhenti pada tahun 2028 mendatang.
Urgensi penambahan personel ini diperkuat oleh sejumlah insiden fatal, termasuk tabrakan helikopter militer dengan jet penumpang di dekat Bandara Ronald Reagan pada awal 2025 yang menewaskan 67 orang. Selain itu, kecelakaan pesawat Air Canada yang menabrak truk di Bandara LaGuardia awal tahun ini turut menjadi sorotan terkait beban kerja petugas.
Serikat pekerja ATC nasional memberikan dukungan terhadap inisiatif ini selama standar seleksi yang ketat tetap diberlakukan bagi setiap kandidat. Pekerjaan ini menuntut kemampuan multitasking tingkat tinggi untuk mengarahkan puluhan rute pesawat secara bersamaan guna mencegah tabrakan di udara maupun landasan pacu.