KONI Jabar Akui Anggaran Hibah Porprov 2026 Terkendala

KONI Jawa Barat mengakui adanya kendala anggaran hibah dalam persiapan Porprov 2026 akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat.

Ketua KONI Jawa Barat, M. Budiana, mengungkapkan tantangan dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov) 2026. Keterbatasan anggaran hibah menjadi kendala utama di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang sulit.

Menurut Budiana, kebijakan efisiensi nasional berdampak pada sektor pembinaan olahraga amatir di daerah. Kondisi ini dirasakan tidak hanya oleh KONI Jabar, tetapi juga oleh banyak organisasi olahraga lainnya.

"Terus terang saja, kendala yang kami hadapi berkaitan dengan posisi anggaran melalui dana hibah yang kami terima," jelas Budiana saat ditemui di Gedung KONI Jawa Barat, Senin (16/3/2026) malam.

Budiana juga memahami tantangan besar yang dihadapi negara di bidang ekonomi dan pembangunan saat ini.

Penyesuaian anggaran harus dilakukan seluruh daerah akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Kegiatan olahraga daerah yang menjadi fondasi pembinaan atlet turut terkena dampaknya, ujar Budiana.

Situasi ini juga kemungkinan dirasakan oleh organisasi olahraga lain, seperti Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, lanjutnya.

Pelaksanaan Porprov bukan hanya tanggung jawab KONI semata, Budiana mengingatkan. Pemerintah daerah memiliki peran penting, sesuai kebijakan gubernur serta Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.

"Saya tidak ingin ada friksi antara pemerintah daerah dengan KONI terkait Porprov. Yang kita butuhkan adalah pemahaman bersama bahwa event ini sangat penting untuk masa depan olahraga," tegasnya.

Budiana menjelaskan Porprov memiliki peran strategis dalam menyiapkan atlet menuju ajang nasional. Tahun 2026 menjadi fase penting karena pada 2027 para atlet menghadapi kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Setelah itu, setiap provinsi akan menjalani program pemusatan latihan daerah (Pelatda) sebelum akhirnya bertanding di Pekan Olahraga Nasional XXII yang dijadwalkan berlangsung pada 2028 di NTB dan NTT serta Jakarta.

Jawa Barat Tulang Punggung Atlet Nasional

Selama ini, Jawa Barat dikenal sebagai salah satu tulang punggung kekuatan atlet nasional. Jabar telah tiga kali berturut-turut menunjukkan dominasi dalam berbagai ajang olahraga nasional, tegas Budiana.

"Jabar sudah beberapa dekade menjadi backbone kekuatan atlet nasional. Itu akan sangat disayangkan jika perhatian terhadap pembinaan olahraga prestasi di Jawa Barat menurun," ujarnya.

Budiana tetap optimistis meski menghadapi tantangan berat. Ia memahami pemerintah daerah juga sedang berjuang menghadapi tekanan besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"KONI Jabar berada di tengah situasi ini. Kami memahami kondisi tersebut. Kami berharap ekonomi nasional maupun daerah bisa segera pulih, sehingga pembinaan olahraga dapat kembali berjalan optimal," imbuhnya.

Harapan Duduk Bersama Pemprov Jawa Barat

Budiana berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah pimpinan Dedi Mulyadi bersedia membahas persiapan Porprov 2026 bersama KONI Jawa Barat.

"Ya, mari kita duduk bersama, terima kami, kehadiran kami. Kami rasanya di Jawa Barat ini tidak punya kesalahan," tegas Budiana.

"Kalau ada kesalahan ya koreksi kami. Mari bersikap mutual understanding, secara peaceful coexistence, di antara stakeholder dengan KONI Jawa Barat. Saya ini rasanya begitu sangat terbuka pada dialog dengan siapapun," tambah Budiana.

Pihak KONI Jabar sudah beberapa kali mengirimkan surat untuk bersilaturahmi dan berbicara terkait prestasi olahraga Jawa Barat kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, diakui Budiana.

Namun, sejak menjabat Gubernur Jawa Barat, sosok Dedi Mulyadi tidak pernah merespons sama sekali.

"Jadi harus diskusi dulu secara mendalam dengan stakeholder olahraga yang ada di Jawa Barat. Sayanglah, Jabar ini sudah menjadi kiblat pembinaan olahraga di Indonesia," pungkas Budiana.

Recommended