Faktur Pembelian Pertama Amazon Bertema Kecerdasan Buatan Terungkap

Faktur pembelian pertama Amazon pada 1995 terungkap ke publik, memperlihatkan sebuah buku tentang kecerdasan buatan (AI) sebagai pesanan perdana.

Dokumen faktur pembelian pertama di platform e-commerce Amazon yang dilakukan pada 3 April 1995 terungkap ke publik melalui unggahan media sosial pada Senin (4/5/2026). Pesanan perdana tersebut diketahui merupakan sebuah buku bertema kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Komentator Jon Erlichman membagikan foto invoice historis tersebut melalui akun X miliknya bersamaan dengan gambar sampul buku yang dipesan. Informasi ini menarik perhatian luas mengingat dominasi AI dalam perkembangan teknologi global saat ini.

"Pada hari ini di tahun 1995: barang pertama dibeli di Amazon. Itu adalah sebuah buku tentang kecerdasan buatan," tulis Jon Erlichman sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos, dan mendapat respons dari Elon Musk.

Berdasarkan laporan The Economic Times, publik menyoroti relevansi antara pembelian pertama tersebut dengan kondisi teknologi masa kini. Banyak pihak menilai bahwa topik buku tersebut menjadi fondasi awal bagi ekosistem digital yang kini mengandalkan algoritma AI.

Amazon secara resmi didirikan oleh Jeff Bezos pada 5 Juli 1994 dengan operasional awal di sebuah garasi di wilayah Bellevue, Washington. Perusahaan ini awalnya dirancang sebagai toko buku daring yang mampu menampung koleksi judul jauh lebih banyak dibandingkan toko fisik konvensional.

Visi Bezos saat itu didasari oleh pertumbuhan penggunaan web pada tahun 1994 yang mencapai angka 2.300 persen per tahun. Meski saat itu kecepatan internet masih terbatas pada modem dial-up 28 kilobit per detik, potensi jangkauan pasar yang luas menjadi alasan utama pemilihan kategori buku.

Pemilihan buku sebagai produk perdana dilakukan karena mewakili kategori produk terbesar dengan jutaan judul di seluruh dunia. Strategi ini memungkinkan Amazon melayani audiens ceruk (niche) yang sering kali tidak terakomodasi oleh toko buku tradisional.

Setelah sukses dengan buku, perusahaan melakukan ekspansi besar-besaran ke berbagai kategori produk hingga mendapatkan julukan toko serba ada. Kini Amazon telah berkembang menjadi raksasa teknologi yang mengelola unit bisnis seperti Amazon Web Services (AWS), kendaraan otonom Zoox, hingga pengembangan perangkat keras Lab126.

Recommended