Fasilitas Gas Iran Diserang, Harga Minyak Dunia Melonjak

Serangan terhadap fasilitas gas South Pars Iran menyebabkan harga minyak mentah Brent naik 5% menjadi US$ 108,66 per barel.

Harga minyak dunia kembali mengalami lonjakan setelah fasilitas gas utama Iran, South Pars, dilaporkan diserang pada Rabu (18/3) oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan ini mengkhawatirkan banyak pihak karena berpotensi memicu inflasi global.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas gas utama yang memasok sekitar 70% kebutuhan gas alam domestik Iran. Lokasi fasilitas berada di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars, Asaluyeh.

"Beberapa saat yang lalu, sebagian fasilitas gas yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh dihantam roket yang ditembakkan oleh musuh Amerika-Zionis," demikian laporan televisi pemerintah Iran seperti dikutip dari AFP.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan bahwa mereka akan membalas serangan tersebut dengan menghancurkan sektor energi negara-negara Teluk yang bersekutu dengan AS, seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, jika serangan serupa terulang.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, naik 5% menjadi US$ 108,66 per barel setelah serangan tersebut. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1, barometer harga untuk minyak AS, naik 2,5% menjadi US$ 98,65 per barel, menurut Al Jazeera. Perbedaan harga WTI terhadap Brent pun melebar ke level terbesar sejak Mei 2019, akibat kekhawatiran konflik yang berkepanjangan.

Respons Presiden AS

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak mengetahui serangan Israel sebelumnya dan Qatar tidak terlibat. Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada serangan lanjutan oleh Israel kecuali Iran melakukan pembalasan.

"Israel, karena marah dengan apa yang terjadi di Timur Tengah, telah menyerang secara keras fasilitas besar South Pars Gas Field di Iran," tulis Trump di X pada Rabu.

Trump menambahkan, "Sayangnya, Iran tidak mengetahui fakta ini, dan secara tidak adil menyerang sebagian fasilitas LNG Qatar. TIDAK AKAN ADA LAGI SERANGAN OLEH ISRAEL terhadap ladang South Pars ini kecuali Iran secara bodoh menyerang Qatar yang tidak bersalah."

"Jika itu terjadi, Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan Israel, akan menghancurkan seluruh ladang gas South Pars dengan kekuatan yang belum pernah dilihat Iran sebelumnya," lanjutnya.

Recommended