Langit malam di bulan April 2026 diprediksi akan menjadi panggung bagi beragam fenomena astronomi yang menarik. Rangkaian peristiwa langit ini akan dimulai dengan kemunculan Pink Moon, dilanjutkan dengan puncak hujan meteor Lyrid, serta kesempatan mengamati sejumlah planet dan komet terang. Sebagian besar fenomena ini dapat dinikmati dengan mata telanjang, asalkan kondisi langit cerah dan pengamatan dilakukan di lokasi dengan minim polusi cahaya, sebagaimana dikutip dari SeaSky dan dilansir dari Detik iNET.
Puncak bulan purnama, yang dikenal sebagai Pink Moon, akan menghiasi langit pada awal April. Pada tanggal 1-2 April, Bulan akan berada pada posisi berlawanan dengan Matahari, menyebabkan seluruh permukaannya terlihat terang benderang dari Bumi. Nama Pink Moon sendiri bukan merujuk pada warna Bulan yang benar-benar merah muda, melainkan berasal dari tradisi suku asli Amerika yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga-bunga musim semi, seperti moss pink.
Selain Pink Moon, purnama di bulan April juga memiliki sebutan lain seperti Sprouting Grass Moon, Growing Moon, dan Egg Moon. Bahkan, beberapa suku di wilayah pesisir menjulukinya Fish Moon karena bertepatan dengan musim migrasi ikan.
Kesempatan terbaik untuk mengamati planet Merkurius akan tiba pada 21 April. Pada tanggal tersebut, Merkurius akan mencapai posisi elongasi barat terbesar, sekitar 27,4 derajat dari Matahari. Hal ini menjadikan momen ideal untuk melihat Merkurius karena posisinya akan cukup tinggi di langit saat pagi hari.
Untuk dapat menyaksikannya, pengamat dapat melihat ke arah timur sebelum Matahari terbit. Merkurius akan tampak rendah di garis horizon, namun cukup terang bila kondisi langit cerah dan bebas awan.
Puncak Hujan Meteor Lyrid 22-23 April
Salah satu fenomena yang paling dinantikan adalah hujan meteor Lyrid, yang aktif setiap tahun antara tanggal 16 hingga 25 April. Puncak dari hujan meteor ini diperkirakan terjadi pada malam 22 April hingga dini hari 23 April. Pada puncaknya, intensitasnya dapat mencapai sekitar 20 meteor per jam, terutama jika diamati dari lokasi dengan langit yang gelap.
Hujan meteor Lyrid sendiri berasal dari sisa-sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher. Beberapa meteor Lyrid bahkan dapat meninggalkan jejak cahaya terang yang bertahan selama beberapa detik. Dengan fase Bulan yang hanya sabit tipis, cahaya Bulan tidak akan terlalu mengganggu pengamatan, sehingga kondisi dinilai cukup ideal. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah setelah tengah malam di area yang minim polusi cahaya.
Bulan Baru dan Langit Paling Gelap pada 27 April
Menjelang akhir bulan, tepatnya pada 27 April, Bulan akan memasuki fase Bulan baru. Pada fase ini, posisi Bulan akan sejajar dengan Matahari dan tidak akan terlihat di langit malam. Kondisi ini menjadikannya waktu yang paling cocok untuk mengamati objek-objek langit yang redup, seperti galaksi, gugus bintang, dan nebula, karena tidak ada gangguan cahaya dari Bulan.