Bahlil Lahadalia Desak Percepatan Proyek Kilang Tuban Kerja Sama Rosneft

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta proyek kilang Tuban hasil kerja sama Pertamina dan Rosneft segera dijalankan demi manfaat investasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendesak percepatan realisasi proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban di Jawa Timur pada Senin (11/5/2026). Langkah ini diambil guna memastikan investasi besar yang telah masuk segera memberikan dampak ekonomi nyata bagi Indonesia.

Persoalan mengenai keberlanjutan proyek tersebut sempat dibahas secara khusus oleh Bahlil dalam kunjungannya ke Rusia baru-baru ini. Proyek strategis ini merupakan bentuk kolaborasi antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan energi asal Rusia, Rosneft.

Dilansir dari Detik Finance, Bahlil menegaskan bahwa penyelesaian hambatan operasional menjadi prioritas utama kementeriannya saat ini. Ia menekankan pentingnya eksekusi di lapangan mengingat tahap awal investasi sudah mulai berjalan.

"Saya dalam pertemuan kemarin di Rusia, saya katakan bahwa salah satu isu yang kita harus selesaikan itu adalah kerja sama Pertamina sama Rosneft di mana lahannya sudah diselesaikan, bahkan investasi JV-nya pun sudah dilakukan," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Hingga saat ini, proses pembebasan lahan untuk area kilang di Tuban tersebut dilaporkan telah rampung. Selain itu, pembentukan perusahaan patungan atau Joint Venture (JV) antara kedua belah pihak juga sudah dilaksanakan sebagai landasan hukum kerja sama.

Bahlil menilai keterlambatan pembangunan hanya akan menghambat manfaat yang seharusnya diterima negara dari arus modal masuk. Menurutnya, percepatan pembangunan merupakan tindak lanjut yang harus dilakukan secara serius oleh pihak Pertamina.

Terkait detail waktu dimulainya konstruksi fisik, Menteri ESDM tidak memberikan jadwal teknis secara terperinci. Ia hanya menekankan bahwa pemerintah menginginkan operasional proyek berjalan dalam waktu sesingkat-singkatnya tanpa penundaan lebih lanjut.

Recommended