Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) turut berduka cita atas meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano. Kabar duka ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @dteftui.
Vidi Aldiano adalah putra dari Harry Aprianto, alumni Departemen Teknik Elektro UI angkatan 1981. Ungkapan belasungkawa FTUI diposting pada Senin, 9 Maret 2026.
"Departemen Teknik Elektro FTUI turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Oxavia (Vidi) Aldiano bin Harry Aprianto," tulis @dteftui.
Pihak FTUI mendoakan agar amal ibadah Vidi diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak 2019.
Kabar duka ini disampaikan oleh ayahanda Vidi, Harry Kiss.
“Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16:33," tulis Harry Kiss dalam pesan singkat.
Pada Desember 2019, Vidi didiagnosis menderita kanker ginjal stadium tiga. Sejak saat itu, ia menjalani berbagai pengobatan, termasuk pengangkatan ginjal kiri di Singapura. Sayangnya, sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain.
Selama masa perjuangannya, Vidi menempuh berbagai metode medis, termasuk radiasi dan detoksifikasi di Thailand. Di tengah tantangan fisik, semangat berkarya Vidi tetap membara. Ia terus menghibur penggemarnya dan memohon doa serta dukungan.
Kondisi Kesehatan Terakhir
Awal 2024, Vidi sempat membagikan kabar baik tentang kondisi kesehatannya yang membaik berkat kemoterapi rutin. Ia juga terbuka tentang efek samping pengobatan yang dialaminya.
Namun, hasil pemeriksaan PET Scan pada November 2024 menunjukkan kondisi yang stagnan. Meski demikian, Vidi tetap optimis dan merasa dikuatkan oleh dukungan orang-orang terdekat. Akibat penyebaran sel kanker, Vidi harus menjalani kemoterapi rutin setiap tiga minggu sekali.