Game Crimson Desert Dikritik, Gamer Puji Open World

Crimson Desert tuai beragam respons. Kritikus berikan skor di bawah ekspektasi, namun gamer puji open world dan optimisasinya.

Peluncuran game terbaru Pearl Abyss, Crimson Desert, menghasilkan respons beragam. Meskipun skor dari kritikus profesional di bawah ekspektasi, pemain memberikan tanggapan yang berbeda.

Dirilis global pada 20 Maret 2026 setelah tujuh tahun pengembangan dengan melibatkan 200 developer dan investasi sekitar 200 miliar won Korea Selatan, game ini menjadi proyek ambisius Pearl Abyss.

Menurut laporan Chosun, media Korea Selatan, Crimson Desert mencatat skor 78 di Metacritic berdasarkan hampir 100 ulasan. Skor ini di bawah standar 80 yang dianggap "aman" untuk game blockbuster.

Dalam industri game, skor di atas 90 berpotensi jadi Game of the Year, sementara 80–85 dianggap solid. Skor 70-an menempatkan Crimson Desert dalam kategori game dengan opini beragam.

Penilaian ini berdampak pada pasar. Saham Pearl Abyss turun hampir 30 persen dalam sehari, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap performa komersial game.

Sejumlah media memberikan nilai rendah menyoroti sistem kontrol yang kompleks bagi pemain baru, struktur quest yang repetitif, serta bug.

Meski demikian, kualitas grafis dan skala dunia game tetap diapresiasi.

Pemain memberikan perspektif berbeda setelah rilis. Banyak yang menilai Crimson Desert menawarkan pengalaman bermain solid, terutama dari sisi eksplorasi dunia terbuka.

Kualitas open world dan tingkat optimisasi menjadi keunggulan utama, berkat pengalaman Pearl Abyss mengembangkan Black Desert yang dikenal dengan dunia luas dan performa stabil.

Seorang pengguna Steam mengaku ekspektasinya sempat rendah karena skor Metacritic. Namun, setelah dimainkan, game ini menghadirkan pengalaman open world yang imersif dan menyenangkan.

Perbedaan penilaian antara kritikus dan pemain bukan hal baru. Skor Metacritic dihitung berdasarkan bobot media, di mana outlet besar berpengaruh lebih besar dalam penilaian akhir.

Kritikus cenderung menilai aspek teknis dan desain secara mendalam, sementara pemain lebih fokus pada pengalaman bermain langsung.

Kasus serupa terjadi pada The Last of Us Part II yang mendapat skor tinggi dari kritikus, namun menuai kontroversi dari pemain, serta Cyberpunk 2077 yang sempat dikritik saat rilis, tetapi membaik melalui pembaruan.

Menanggapi masukan, Pearl Abyss merilis pembaruan awal atau "day one patch" sejak hari pertama peluncuran. Langkah ini menunjukkan pendekatan modern dalam pengembangan game, di mana perbaikan terus dilakukan setelah rilis.

Di industri game saat ini, peluncuran bukan lagi akhir dari pengembangan. Patch dan update berkala menjadi strategi utama untuk meningkatkan kualitas game dan menjaga pengalaman pemain.

Crimson Desert menjadi contoh bagaimana sebuah game bisa mendapatkan respons yang berbeda antara kritikus dan pemain. Meski skor awal belum memenuhi ekspektasi, apresiasi dari komunitas menunjukkan potensi yang masih bisa dikembangkan.

Dengan dukungan update berkelanjutan, bukan tidak mungkin Crimson Desert akan mengikuti jejak game lain yang berhasil memperbaiki reputasinya setelah peluncuran awal.

Recommended