Meta sedang melakukan uji coba layanan berlangganan premium bernama WhatsApp Plus pada perangkat Android mulai Senin (27/4/2026) guna menambah sumber pendapatan dari platform pesannya. Kehadiran opsi berbayar ini dilaporkan tidak akan mengubah fitur inti aplikasi yang sudah ada.
Dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan WABetaInfo, skema premium ini sudah mulai muncul pada pembaruan aplikasi versi beta terbaru. Pelanggan nantinya akan mendapatkan akses ke berbagai fitur kustomisasi visual dan pengaturan obrolan yang lebih mendalam.
Fungsi utama seperti pengiriman pesan teks, panggilan suara, panggilan video, serta sistem keamanan enkripsi ujung-ke-ujung tetap tersedia secara gratis bagi seluruh pengguna. WhatsApp Plus secara spesifik menyasar pengguna yang menginginkan estetika aplikasi lebih personal.
Fitur eksklusif yang ditawarkan meliputi 18 pilihan warna tema baru, termasuk Fuchsia Pink dan Charcoal Grey, serta 14 desain ikon aplikasi kustom. Selain itu, pelanggan dapat menyematkan hingga 20 obrolan di bagian atas daftar pesan dari batas sebelumnya yang hanya tiga obrolan.
Keunggulan lainnya mencakup akses ke paket stiker premium dengan efek animasi layar penuh dan 10 nada dering panggilan eksklusif. Manajemen daftar obrolan juga ditingkatkan agar pengguna bisa menerapkan pengaturan tema serta nada dering secara massal ke grup-grup tertentu.
Estimasi biaya langganan bulanan WhatsApp Plus diperkirakan berada pada kisaran EUR 2,49 atau sekitar Rp 43 ribu berdasarkan tampilan antarmuka di wilayah Eropa. Sementara itu, untuk pasar global lainnya, biaya tersebut diprediksi mencapai angka USD 2,99 per bulan.
Fase uji coba saat ini masih terbatas pada sistem operasi Android untuk mengumpulkan masukan dari para pengguna awal. Jika hasil evaluasi memenuhi standar Meta, layanan ini dijadwalkan meluncur secara resmi untuk platform iOS, Mac, dan perangkat komputer lainnya.