Gamer 91 Tahun Taklukkan Resident Evil Requiem Tanpa Panduan

Seorang gamer asal China, Yang Binglin (91), berhasil menamatkan Resident Evil Requiem tanpa panduan, mencatat sketsa peta dan solusi teka-teki secara manual.

Kemampuan untuk menyelesaikan game horor terbaru dari Capcom, Resident Evil Requiem, tanpa bantuan panduan adalah prestasi luar biasa. Namun, hal ini menjadi semakin mengesankan saat dilakukan oleh seorang gamer berusia 91 tahun.

Yang Binglin, yang dikenal luas di komunitas daring sebagai Game Grandpa, telah menaklukkan game tersebut hanya dengan bermodalkan pena, kertas, serta kesabaran. Pendekatan analog Yang yang sangat terperinci dalam menghadapi tantangan game ini berhasil menarik perhatian komunitas gaming, baik di China maupun secara global.

Cuplikan video yang menampilkan Yang sedang memeriksa buku catatannya yang berisi sketsa peta buatan tangan serta solusi teka-teki memicu rasa kekaguman sekaligus membangkitkan nostalgia. Keberhasilannya menamatkan game tanpa bantuan eksternal menjadi pengingat akan masa lalu industri game, di mana kegigihan lebih diutamakan daripada pencarian cepat di internet, demikian dilaporkan oleh Detik iNET pada Rabu (1/4/2026).

Selama sesi bermain, Yang selalu menempatkan buku catatan di sisinya. Setiap petunjuk, solusi teka-teki, perilaku musuh, dan tata letak peta ia catat atau gambar secara manual. Proses yang teliti ini mencerminkan latar belakang kariernya sebagai pensiunan insinyur yang telah menghabiskan puluhan tahun dalam penelitian minyak dan gas di Sichuan, sebelum pensiun pada tahun 1996.

Sejak masa pensiunnya, Yang telah memainkan ratusan judul game, dengan fokus khusus pada waralaba Resident Evil dan genre horor. Gaya bermainnya yang tenang dan terukur telah mengumpulkan banyak pengikut setia di Bilibili, sebuah platform video terkemuka di China. Ia dihargai sebagai simbol kesabaran dan penguasaan permainan, bukan sekadar kompetisi kecepatan atau hiburan semata.

Pada tahun 2024, di usianya yang ke-88 tahun, Yang diakui oleh Guinness World Records sebagai streamer game pria tertua di dunia. Kini, pencapaiannya dalam menyelesaikan Resident Evil Requiem tanpa panduan memicu diskusi lebih luas di internet mengenai ketekunan, batasan usia, serta esensi dari pengalaman bermain game di era modern.

Banyak netizen yang melihat Yang sebagai bukti nyata bahwa hobi bermain game tidak dibatasi oleh usia. Ini juga menunjukkan peningkatan tren jumlah gamer lansia yang menemukan kedalaman narasi dan tantangan kognitif dalam berbagai judul game modern.

Resident Evil Requiem sendiri, yang dirilis bulan lalu, telah menerima ulasan positif dan mencatat rekor penjualan. Game ini menuntut refleks cepat dan manajemen sumber daya yang ketat dari para pemainnya. Teka-teki yang kompleks serta lingkungan yang menegangkan menjadi tantangan tersendiri, bahkan bagi penggemar berat seri ini.

Bagi Yang, tingkat kompleksitas tersebut justru menjadi daya tarik utama. Ia mengungkapkan bahwa segala rintangan dapat diatasi, seberat apa pun tantangannya, asalkan memiliki tekad yang kuat.

Recommended