Gen Z Indonesia Dominasi Penggunaan Google Search Berbasis AI

Sebanyak 89 persen Gen Z di Indonesia menggunakan Google Search setiap hari dengan pola pencarian yang lebih spesifik dan berbasis teknologi AI.

Generasi Z di Indonesia mencatatkan diri sebagai pengguna Google Search paling aktif di dunia dengan tingkat penggunaan mencapai 89 persen setiap harinya pada Kamis (23/4/2026). Perubahan perilaku ini didorong oleh integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara pencarian informasi menjadi lebih spesifik.

Data yang dilansir dari Detik iNET menunjukkan angka penggunaan yang serupa di Filipina, sementara Thailand mencatat persentase sebesar 82 persen. Vice President Google Southeast Asia dan South Asia Frontier, Sapna Chadha, menjelaskan bahwa generasi ini mendefinisikan ulang cara penggunaan mesin pencari.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z cenderung menggunakan kueri pencarian yang tiga kali lebih panjang dan sangat detail. Sebagai contoh, mereka tidak lagi sekadar mencari lokasi kafe, tetapi menyertakan kriteria spesifik seperti ketersediaan Wi-Fi, colokan listrik, hingga fasilitas ramah hewan peliharaan.

Google mengungkapkan bahwa model Gemini 3 kini menjadi fondasi utama yang memungkinkan mesin pencari memahami konteks dan melakukan penalaran. Hal ini membuat interaksi pengguna dengan Google Search terasa seperti percakapan natural dan bukan sekadar kumpulan tautan informasi.

"Ini adalah pergeseran paling signifikan dalam sejarah Search. Kita meninggalkan era mengambil informasi dan memasuki era kecerdasan yang sesungguhnya," ujar Sapna Chadha, Vice President Google Southeast Asia dan South Asia Frontier.

Dalam demonstrasi fitur Search Live, pengguna kini dapat mencari informasi menggunakan kamera dan suara secara simultan tanpa perlu mengetik. Teknologi ini memungkinkan perbandingan harga produk secara langsung serta rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi fisik pengguna melalui tangkapan visual kamera.

Selain untuk berbelanja, Gen Z memanfaatkan alat ini sebagai sarana belajar yang menyediakan visualisasi interaktif untuk materi sains dan matematika. Mesin pencari juga berfungsi sebagai lapisan verifikasi untuk menyaring kebenaran tren yang viral di media sosial serta membandingkan nilai suatu merek.

Google juga memperkenalkan fitur Personal Intelligence yang mengintegrasikan hasil pencarian dengan data dari Gmail, Drive, dan Photos milik pengguna secara aman. Fitur personalisasi ini bersifat opsional dan tetap dalam keadaan nonaktif secara bawaan kecuali diaktifkan secara mandiri oleh pengguna.

Recommended