Perusahaan layanan profesional global, GHD, meresmikan pembukaan kantor barunya di Indonesia melalui acara resepsi jejaring di Ritz-Carlton Jakarta pada Rabu, 22 April 2026. Ekspansi ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi di sektor infrastruktur dan energi di kawasan Asia Tenggara.
Langkah strategis tersebut bertujuan untuk memperluas kemitraan dengan klien di wilayah tersebut setelah kesuksesan operasional di Singapura dan Filipina. Dilansir dari Medcom, kehadiran fisik di Jakarta diproyeksikan akan mempermudah koordinasi proyek-proyek strategis nasional.
"Langkah ekspansi ke Indonesia mendukung terciptanya peluang kolaborasi yang lebih luas dengan klien dan mitra kami di Asia Tenggara dan sekitarnya," ujar Jim Giannopoulos, CEO GHD. Ia menambahkan bahwa Indonesia diprediksi menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050.
GHD saat ini tengah menjalankan proyek percontohan teknologi pengukuran air canggih di Kota Jambi. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kanada dan Indonesia melalui kolaborasi dengan Perumdam Tirta Mayang serta Canadian Commercial Corporation.
Selain proyek air, GHD telah menyelesaikan laporan ASEAN SAF 2050 Outlook. Penelitian ini membahas rantai pasok bahan bakar penerbangan berkelanjutan di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya sebagai bagian dari riset gabungan Kanada-ASEAN.
Operasional kantor di Indonesia dipimpin oleh Phil Baker yang menjabat sebagai Principal and Senior Executive Adviser. Baker memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di sektor energi dan pengembangan internasional di lebih dari 20 negara.
Sebagai tenaga ahli teknik mesin, Baker fokus pada proyek transisi energi, pertambangan, serta minyak dan gas. Kehadiran kantor Jakarta memungkinkan GHD bekerja lebih dekat dengan klien global yang sedang melakukan investasi di Indonesia.
Didirikan di Melbourne pada 1928, GHD kini memiliki 12.000 tenaga ahli di 160 kantor seluruh dunia. Pada tahun 2025, perusahaan yang dimiliki oleh karyawan ini mencatatkan pendapatan bruto mencapai lebih dari AUD 3 miliar.