Peneliti keamanan Alexander Hanff mengungkap temuan mengenai peramban Google Chrome yang secara otomatis mengunduh file besar berukuran 4GB ke perangkat pengguna tanpa izin pada Rabu (6/5/2026).
Berkas bernama weights.bin tersebut diidentifikasi sebagai bagian dari sistem kecerdasan buatan (AI) lokal Gemini Nano yang saat ini tengah diuji coba oleh pihak Google.
Dilansir dari Medcom, Hanff menyatakan bahwa proses pengunduhan ini berlangsung secara diam-diam saat pengguna melakukan penjelajahan internet normal melalui perangkat macOS tanpa adanya notifikasi persetujuan.
Data sistem menunjukkan bahwa Chrome secara otomatis membuat direktori khusus dan akan mengunduh ulang file tersebut jika pengguna mencoba menghapusnya secara manual dari penyimpanan perangkat.
"Pengguna tidak pernah diminta izin sebelum proses unduhan berlangsung," tegas Alexander Hanff, Peneliti Keamanan, terkait mekanisme distribusi data yang dilakukan oleh pihak raksasa teknologi tersebut.
Praktik pengunduhan otomatis ini dinilai berisiko melanggar regulasi privasi Uni Eropa, seperti GDPR dan ePrivacy Directive, karena dianggap mengabaikan hak kontrol pengguna serta transparansi akses perangkat.
Selain masalah hukum, distribusi file sebesar 4GB ke satu miliar perangkat diperkirakan dapat memicu emisi CO2 hingga 60.000 ton akibat konsumsi energi yang masif.
Dampak ekonomi juga membayangi pengguna dengan kuota internet terbatas di wilayah pedesaan atau negara berkembang yang terancam menanggung beban biaya tambahan akibat aktivitas tersembunyi ini.
Kasus ini menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang melakukan integrasi tambahan secara sepihak, serupa dengan langkah aplikasi Claude Desktop milik Anthropic baru-baru ini.
Hingga saat ini, para regulator belum memberikan keputusan resmi terkait kewajiban mekanisme pilihan (opt-in) bagi perusahaan teknologi dalam mendistribusikan file sistem AI berukuran besar.