Raksasa teknologi Google merayakan hari jadi ke-20 layanan Google Translate pada Minggu (3/5/2026) dengan memperkenalkan serangkaian inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) terbaru. Transformasi ini menandai evolusi layanan dari sekadar alat penerjemah kata menjadi asisten komunikasi global yang ditenagai oleh model AI Gemini.
Dilansir dari Detik iNET, layanan ini kini telah menjangkau lebih dari satu miliar pengguna setiap bulannya di seluruh dunia. Volume teks yang diproses mencapai satu triliun kata per bulan, yang mencakup dukungan untuk hampir 250 bahasa, termasuk bahasa daerah dan bahasa yang hampir punah.
Google meluncurkan fitur latihan pelafalan (pronunciation practice) khusus untuk pengguna Android sebagai bagian dari perayaan dua dekade ini. Fitur tersebut memanfaatkan teknologi AI untuk menganalisis ucapan pengguna secara langsung dan memberikan koreksi instan guna meningkatkan akurasi pelafalan bahasa asing.
Integrasi model AI Gemini audio-ke-audio kini memungkinkan terjemahan percakapan berlangsung lebih natural dan responsif. Teknologi ini diklaim mampu memahami nuansa, konteks, bahkan bahasa gaul atau slang yang sering digunakan oleh generasi muda seperti istilah "clock it" atau "maxxing".
Data internal menunjukkan adanya pergeseran pola penggunaan, di mana sekitar sepertiga sesi terjemahan langsung (Live translate) kini berdurasi lebih dari lima menit. Tren ini mengindikasikan bahwa aplikasi tersebut mulai digunakan untuk kebutuhan profesional yang lebih mendalam, seperti wawancara kerja dan pembelajaran bahasa mandiri.
Selain teks dan suara, fitur Google Lens juga menjadi instrumen vital bagi wisatawan untuk menerjemahkan rambu jalan dan menu makanan melalui kamera. Di ekosistem Android, fitur Circle to Search sering dimanfaatkan pengguna untuk memahami konten kecantikan luar negeri hingga lirik lagu yang sedang viral di media sosial.
Meskipun teknologi penerjemahan terus berkembang pesat dalam dua dekade terakhir, Google mencatat bahwa interaksi manusia tetap didominasi oleh pesan-pesan dasar. Kalimat yang paling sering diterjemahkan sepanjang sejarah layanan ini tetaplah ungkapan sederhana seperti "Terima kasih", "Apa kabar?", dan "Aku mencintaimu" dalam berbagai bahasa.