Grab Indonesia menyatakan dukungannya terhadap program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi mitra pengemudi transportasi online. Program ini sebelumnya telah diumumkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital yang adil, inklusif, serta berkelanjutan. Hal ini juga diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan berusaha bagi masyarakat di berbagai daerah.
“Model kemitraan yang fleksibel mencerminkan semangat ekonomi kerakyatan dan gotong royong, memberi lebih banyak orang kesempatan untuk berusaha serta membantu banyak keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” jelas Neneng dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Neneng menambahkan bahwa BHR 2026 merupakan bentuk penghargaan kepada seluruh mitra pengemudi dengan produktivitas tinggi yang melayani masyarakat Indonesia setiap hari. Program ini lahir dari itikad baik dan disusun berdasarkan produktivitas para mitra pengemudi. Melalui BHR 2026, Grab ingin memastikan dukungan yang berdampak langsung dan benar-benar dirasakan oleh para mitra, khususnya di bulan yang penuh berkah ini.
Pada tahun 2026, Grab meningkatkan alokasi anggaran BHR menjadi sebesar Rp 100-110 Miliar, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini memperkuat kapasitas program dan memperbaiki struktur nominal di berbagai kategori penerima.
Program BHR 2026 terbagi dalam tujuh kategori untuk mitra pengemudi roda 2 dan roda 4, disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra selama periode penilaian.
Mitra GrabBike dengan kategori penerima tertinggi dapat menerima hingga Rp 850.000, sedangkan mitra GrabCar hingga Rp 1.600.000. Pada kategori nominal terendah, terjadi peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp 150.000 untuk GrabBike dan Rp 200.000 untuk GrabCar.
Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri, dan mitra dapat mengecek status penerimaan melalui aplikasi GrabDriver.
Skema BHR dirancang menggunakan indikator tingkat produktivitas mitra, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order, serta kualitas pelayanan. Pendekatan ini bertujuan memberikan apresiasi secara proporsional sesuai partisipasi mitra dalam ekosistem.
Sebagai platform dengan model kemitraan yang memberikan kebebasan bagi mitra untuk menentukan waktu dan intensitas aktivitasnya, Grab memahami bahwa pola partisipasi bersifat dinamis.
Berdasarkan data internal per Desember 2025, dari sekitar 3,7 juta mitra yang terdaftar, rata-rata mitra yang pernah menggunakan aplikasi dalam satu bulan berjalan berkisar antara 700.000 hingga 800.000 mitra pengemudi—yakni mitra yang menerima setidaknya satu order dalam bulan tersebut (Mitra Pengguna).
Neneng menjelaskan bahwa fleksibilitas menjadi ciri utama ekosistem gig economy. Oleh karena itu, kebijakan BHR dirancang mengacu pada data produktivitas aktual mitra, sehingga implementasinya tetap proporsional, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem.
“Sejalan dengan pendekatan tersebut, seluruh Mitra Pengemudi Aktif dengan tingkat produktivitas tinggi – yang berjumlah lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi – menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami,” ujar Neneng.
BHR juga menjadi bagian dari komitmen Grab dalam memperluas dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi. Data internal menunjukkan bahwa sekitar satu dari dua mitra sebelumnya merupakan korban PHK atau belum memiliki pendapatan sebelum bergabung.
Selain itu, terdapat 182.500 mitra pengemudi perempuan, termasuk banyak ibu tunggal, serta lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif di platform.
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Grab menghadirkan program "Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis" dengan memberikan 105 paket umrah senilai Rp 5 Miliar kepada mitra pengemudi berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia.
Grab menegaskan bahwa BHR merupakan bentuk apresiasi dan itikad baik perusahaan, di luar penghasilan yang telah diterima mitra melalui aktivitas di platform. Program ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan relevansi, keberlanjutan, serta dampaknya bagi mitra dan ekosistem secara keseluruhan.
"Di balik jaket dan helm yang dikenakan mitra kami setiap hari, ada keluarga yang menjadi semangat mereka. Harapan kami sederhana: semoga dukungan ini dapat membantu menghadirkan Hari Raya yang lebih hangat dan penuh makna," tutup Neneng.