Manajemen Taksi Green SM menginisiasi kolaborasi dengan Korlantas Polri untuk meningkatkan standar keselamatan dan pembinaan pengemudi setelah terjadinya insiden kecelakaan di lintasan kereta api Bekasi pada Senin, 27 April 2026.
Direktur Taksi Green SM, Denny Gunawan, menyatakan perusahaan telah menjalin komunikasi dengan korban dan menyampaikan simpati mendalam atas peristiwa tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya sorotan masyarakat terhadap pelanggaran lalu lintas armada perusahaan di media sosial.
Dilansir dari Medcom, Denny mengakui adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional. Pihaknya kini tengah menyiapkan program pelatihan ulang secara intensif bagi seluruh pengemudi guna membangun budaya keselamatan berkendara.
"Kami melihat masih ada area yang bisa ditingkatkan, seperti pelatihan kembali. Bagaimana membangun budaya agar driver menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama," ujar Denny Gunawan, Direktur Taksi Green SM.
Hambatan dalam pelaksanaan pelatihan mandiri selama ini menjadi alasan utama perusahaan menggandeng pihak kepolisian. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan standarisasi edukasi yang lebih efektif dan kompeten bagi para sopir taksi.
Rencana sinergi ini akan mencakup keterlibatan jajaran lalu lintas dalam setiap tahap pengembangan jumlah armada di masa depan. Upaya tersebut ditujukan untuk meminimalkan potensi pengulangan pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan fatal di jalan raya.
Sebelumnya, sebuah taksi Green SM dilaporkan mogok dan tertabrak kereta api di perlintasan dekat Stasiun Bekasi yang memicu investigasi internal. Perusahaan memastikan akan mengikuti seluruh proses hukum dan investigasi yang sedang berjalan terkait insiden tersebut.