Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat Infeksi Hantavirus di Kapal Pesiar

Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia akibat infeksi Hantavirus hingga 4 Mei 2026. Pakar epidemiologi ingatkan risiko penularan.

Sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat klaster penyakit pernapasan berat yang disebabkan oleh Hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius hingga Senin, 4 Mei 2026. Dilansir dari Medcom, total terdapat tujuh orang yang terinfeksi dengan rincian satu pasien dalam kondisi kritis dan tiga lainnya mengalami gejala ringan.

Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani, menjelaskan bahwa Hantavirus biasanya tidak muncul secara mendadak di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar. Infeksi ini diduga berasal dari paparan awal di wilayah yang memiliki reservoir hewan pengerat sebelum perjalanan dimulai.

"Masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung beberapa minggu. Sehingga kasus baru dapat muncul ketika individu sudah berpindah lokasi," kata Laura, Sekretaris Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair, sebagaimana dikutip dari laman resmi Unair pada Jumat, 8 Mei 2026.

Penularan virus ini terjadi melalui inhalasi partikel yang terkontaminasi oleh urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Laura menyebutkan bahwa mobilitas lintas negara dalam perjalanan laut memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan deteksi kasus meskipun lokasi infeksi awal sulit diketahui secara langsung.

Meskipun sebagian besar jenis Hantavirus tidak menular antarmanusia, strain tertentu seperti virus Andes diketahui memiliki kemampuan transmisi antarmanusia yang terbatas. Oleh karena itu, investigasi epidemiologi dan analisis genomik sangat diperlukan untuk memastikan pola penyebaran dalam kasus MV Hondius ini.

Gejala awal infeksi ini meliputi demam, kelelahan, serta gangguan pencernaan yang dapat berkembang menjadi pneumonia berat atau Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Tingkat fatalitas pada kasus berat seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dilaporkan dapat mencapai angka 30 hingga 50 persen.

Laura menekankan perlunya penguatan sistem surveilans kesehatan dan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, serta lingkungan. Langkah-langkah pencegahan utama mencakup perbaikan sanitasi, pemantauan gejala secara ketat, serta komunikasi risiko yang efektif kepada publik.

Recommended