Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap Hingga Akhir 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin harga BBM dan LPG subsidi tidak naik hingga 31 Desember 2026 meski harga minyak dunia melonjak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan jaminan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026 pada acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, Sabtu (2/5/2026).

Kepastian tersebut tetap berlaku meskipun harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami lonjakan hingga menyentuh angka US$ 100 per barel. Dilansir dari Detik Finance, pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat kurang mampu di tengah fluktuasi pasar global.

"Saya janji kepada bapak ibu semua ya, sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP US$ 100 insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Berbeda dengan komoditas subsidi, Bahlil menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi tetap akan mengikuti mekanisme pasar yang berlaku. Penegasan ini diberikan karena skema subsidi pemerintah hanya diprioritaskan bagi masyarakat yang memang membutuhkan bantuan finansial.

Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, Indonesia telah mengamankan pasokan minyak mentah dari Rusia. Langkah strategis ini merupakan hasil dari kunjungan kerja yang dilakukan Bahlil bersama Presiden Prabowo Subianto ke negara tersebut beberapa waktu lalu.

Bahlil mengungkapkan bahwa kesepakatan dengan Rusia telah menjamin ketersediaan stok minyak mentah nasional selama satu tahun ke depan. Pasokan yang stabil menjadi salah satu faktor kunci pemerintah dalam menahan laju harga energi domestik di tengah ketegangan geopolitik.

Sebelumnya, pada Kamis (16/4/2026), Bahlil juga sempat menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih sanggup menanggung beban subsidi asalkan ICP tidak melampaui batas aman. Kebijakan ini telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Recommended