Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami guncangan hebat pada perdagangan akhir pekan ini. Penurunan yang terjadi tidak main-main, meluncur jatuh hingga ratusan ribu rupiah dibandingkan posisi sebelumnya. Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan investor: apakah ini awal dari tren penurunan panjang atau sekadar koreksi teknis sebelum terbang lebih tinggi lagi?
Bagi yang berencana menjual koleksinya, Harga Buyback Emas Antam 6 Februari 2026 tercatat berada di level Rp2.571.000 per gram. Angka ini menunjukkan penurunan drastis sebesar Rp149.000. Posisi tersebut kini semakin menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) yang sempat menyentuh Rp2.989.000 pada Januari lalu. Selisih yang melebar ini tentu menjadi pertimbangan berat bagi pemilik logam mulia yang ingin melakukan aksi ambil untung (profit taking).
Mengapa Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Merosot Tajam?
Penurunan harga di butik-butik Logam Mulia dalam negeri merupakan imbas langsung dari volatilitas di pasar global. Meski harga emas spot sempat mencoba rebound sekitar 1,2% ke level US$5.022 per ounce di pasar Singapura, tekanan jual masih terasa sangat kuat. Sejak mencapai puncaknya pada akhir Januari lalu, harga logam kuning ini sebenarnya sudah terkoreksi sekitar 11%.
Pasar saat ini sedang berada dalam fase “wait and see” yang sangat menegangkan. Fokus utama dunia tertuju pada kebijakan moneter Amerika Serikat, terutama setelah Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya. Trump secara terbuka menyatakan hanya akan memilih sosok yang tidak bernafsu menaikkan suku bunga. Secara teori, lingkungan suku bunga rendah adalah bensin bagi kenaikan harga emas. Namun, sebelum ada kepastian, spekulan cenderung menarik diri, yang mengakibatkan harga domestik ikut terseret turun.
Daftar Harga Emas Antam Berdasarkan Ukuran (6 Februari 2026)
Berikut adalah rincian harga beli (sebelum pajak) untuk berbagai satuan emas Antam hari ini:
| Ukuran Emas | Harga Dasar (Rp) |
| 0,5 Gram | 1.400.000 |
| 1 Gram | 2.700.000 |
| 2 Gram | 5.340.000 |
| 3 Gram | 7.985.000 |
| 5 Gram | 13.275.000 |
| 10 Gram | 26.495.000 |
| 25 Gram | 66.112.000 |
| 50 Gram | 132.145.000 |
| 100 Gram | 264.212.000 |
| 500 Gram | 1.320.320.000 |
| 1.000 Gram | 2.640.600.000 |
Catatan: Harga di atas adalah harga jual di butik, sedangkan harga buyback atau harga terima kembali Antam berada di Rp2.571.000 per gram.
Aturan Pajak dan Potongan Buyback yang Perlu Diketahui
Satu hal yang sering luput dari perhatian pemilik emas adalah potongan pajak saat menjual kembali. Berdasarkan PMK No 34/PMK.10/2017, setiap transaksi buyback dengan nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan potongan PPh 22.
-
Pemegang NPWP: Dikenakan potongan pajak sebesar 1,5%.
-
Non-NPWP: Dikenakan potongan pajak sebesar 3%.
Potongan ini diambil langsung dari total nilai transaksi. Jadi, jika menjual emas dalam jumlah besar, pastikan sudah menghitung estimasi bersih yang akan masuk ke rekening setelah dipotong pajak.
Prediksi Masa Depan: Akankah Emas Kembali ke Jalur Rekor?
Meskipun hari ini terlihat suram bagi pemilik emas, banyak analis global justru melihat ini sebagai peluang “diskon”. Deutsche Bank AG tetap optimis dan mempertahankan prediksi bahwa harga emas bisa terbang hingga US$6.000 per ons. Senada dengan itu, Goldman Sachs Group Inc. juga melihat adanya risiko kenaikan signifikan dari target mereka di US$5.400.
George Efstathopoulos, manajer portofolio dari Fidelity Fund, memberikan perspektif menarik. Ia sempat menjual sebagian kepemilikan emasnya tepat sebelum penurunan tajam terjadi. Kini, ia justru sedang memantau momentum untuk masuk kembali ke pasar.
“Kami sedang mengamati peluang untuk membeli kembali,” ungkap George Efstathopoulos sebagaimana dilaporkan Bloomberg News.
Kekhawatiran akan independensi The Fed dan gejolak geopolitik dunia masih menjadi penyokong kuat bagi emas. Jika fundamental ini tidak berubah, maka koreksi harga yang terjadi hari ini mungkin hanya sebuah “pemberhentian sementara” sebelum emas mencetak rekor baru di sisa tahun 2026.
Tips Menghadapi Fluktuasi Harga Emas
Dalam kondisi harga yang anjlok seperti sekarang, ada baiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan kepanikan. Emas pada dasarnya adalah instrumen investasi jangka panjang. Jika membeli emas di tahun 2024 atau 2025, posisi harga saat ini sebenarnya masih memberikan keuntungan yang sangat tebal secara akumulatif.
Namun, bagi yang membutuhkan likuiditas mendadak, harga buyback hari ini adalah realitas yang harus diterima. Selalu pantau pergerakan harga secara harian karena di tengah volatilitas tinggi, perubahan harga bisa terjadi sangat cepat dalam hitungan jam.