Harga Komponen Mahal Picu Kemunculan Smartphone Desain Jadul

Kenaikan harga DRAM dan storage berpotensi mendorong vendor smartphone menghadirkan kembali desain lama dan menurunkan spesifikasi.

Kenaikan harga komponen DRAM dan storage pada smartphone memicu kekhawatiran di industri. Rumor yang beredar menyebutkan, vendor smartphone mempertimbangkan penggunaan desain lama dan penurunan spesifikasi sebagai langkah efisiensi.

Informasi ini masih berupa rumor dan belum ada konfirmasi resmi dari produsen smartphone.

Dilansir dari WCCF Tech, mahalnya komponen memori generasi baru menjadi penyebab kenaikan biaya produksi. Kombinasi RAM LPDDR6 dan storage UFS 5.0 dilaporkan sangat mahal, bahkan melebihi harga chipset flagship.

Vendor mencari cara menyeimbangkan spesifikasi dan harga jual agar tetap kompetitif. Salah satu langkahnya adalah menghidupkan kembali desain notch atau poni “teardrop” yang dulu populer. Desain ini dinilai lebih murah dan sederhana dibandingkan tren punch-hole dan layar penuh.

Layar dengan refresh rate 90Hz juga berpotensi kembali digunakan karena lebih ekonomis dibanding 120Hz yang umum di smartphone kelas menengah hingga flagship.

Kapasitas RAM juga bisa terdampak, dengan konfigurasi 8GB berpotensi menjadi standar lagi. Perangkat entry-level mungkin turun ke 4GB. Sebagai kompensasi, slot microSD untuk ekspansi penyimpanan mungkin dihadirkan kembali.

Material bodi juga diperkirakan akan disesuaikan. Penggunaan polikarbonat atau plastik sebagai pengganti material premium seperti aluminium dipertimbangkan untuk menekan biaya tanpa memengaruhi fungsi utama.

Jika rumor ini terwujud, pasar smartphone bisa berubah, dengan efisiensi biaya menjadi prioritas. Kondisi ini juga bisa mendorong pengembang aplikasi untuk lebih fokus mengoptimalkan performa di perangkat berspesifikasi terbatas.

Recommended