Harga Kripto Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026: Bitcoin Turun, Ethereum dan Solana Ikut Melemah

Pasar aset digital kembali bergerak fluktuatif pada perdagangan akhir pekan. Harga kripto hari ini Sabtu 7 Maret 2026 menunjukkan mayoritas koin utama masih ber

Pasar aset digital kembali bergerak fluktuatif pada perdagangan akhir pekan. Harga kripto hari ini Sabtu 7 Maret 2026 menunjukkan mayoritas koin utama masih berada di zona merah setelah mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.

Bitcoin sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar terlihat melemah bersama sejumlah altcoin besar seperti Ethereum, Binance Coin, hingga Solana. Penurunan ini terjadi meskipun beberapa koin masih mencatatkan kinerja positif dalam rentang satu minggu terakhir.

Data dari platform pemantau pasar kripto global menunjukkan investor masih melakukan aksi ambil untung setelah reli yang terjadi sebelumnya. Kondisi ini membuat pergerakan harga aset digital cenderung terkoreksi dalam jangka pendek.

Daftar Harga Kripto Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026

Berdasarkan data pasar kripto global pada Sabtu pagi (7/3/2026), berikut daftar harga beberapa aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Kripto Harga Perubahan 24 Jam Perubahan 7 Hari
Bitcoin (BTC) Rp 1,15 miliar -3,78% +3,53%
Ethereum (ETH) Rp 33,4 juta -4,72% +2,37%
Binance Coin (BNB) Rp 10,61 juta -3,28% +2,26%
XRP Rp 22.990 -2,89% +0,59%
Solana (SOL) Rp 1,43 juta -4,58% +3,58%
Cardano (ADA) Rp 4.381 -3,56% -6,67%
Dogecoin (DOGE) Rp 1.538 -2,42% -2,33%
TRON (TRX) Rp 4.811 -0,24% +0,71%
Tether (USDT) USD 0,99 -0,01% Stabil
USD Coin (USDC) USD 0,99 Stabil Stabil

Bitcoin Masih Mendominasi Pasar Kripto

Bitcoin tetap menjadi aset digital dengan pengaruh terbesar terhadap pergerakan pasar kripto global. Pada Sabtu pagi, harga Bitcoin berada di kisaran USD 68.216 atau sekitar Rp 1,15 miliar per koin dengan asumsi kurs Rp 16.905 per dolar AS.

Meski turun hampir 4 persen dalam 24 jam terakhir, Bitcoin masih mencatat kenaikan sekitar 3,53 persen dalam sepekan. Ini menandakan tren jangka menengah masih relatif positif.

Koreksi Jangka Pendek Dinilai Wajar

Koreksi harga seperti yang terjadi saat ini dinilai sebagai bagian normal dari dinamika pasar kripto. Banyak investor biasanya melakukan aksi profit taking setelah kenaikan harga yang cukup cepat.

Analis pasar kripto dari sejumlah platform perdagangan digital juga sering menekankan bahwa volatilitas tinggi merupakan karakter utama aset kripto. Investor disarankan memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Ethereum, Solana, dan Altcoin Ikut Terkoreksi

Selain Bitcoin, sejumlah altcoin utama juga mengalami pelemahan dalam perdagangan harian.

Ethereum tercatat turun 4,72 persen dalam 24 jam terakhir dengan harga sekitar Rp 33,4 juta per koin. Namun dalam sepekan, kripto terbesar kedua ini masih mencatat kenaikan sekitar 2,37 persen.

Solana juga mengalami tekanan dengan penurunan 4,58 persen dalam sehari, meskipun secara mingguan masih menguat lebih dari 3 persen.

Pergerakan Altcoin Masih Dipengaruhi Bitcoin

Dalam banyak kasus, arah pergerakan altcoin biasanya mengikuti tren Bitcoin. Ketika BTC mengalami koreksi, sebagian besar aset kripto lain cenderung ikut melemah.

Hal ini terjadi karena Bitcoin masih mendominasi likuiditas dan sentimen pasar kripto global.

Stablecoin Tetap Stabil

Berbeda dengan kripto utama lainnya, stablecoin seperti Tether dan USD Coin tetap relatif stabil.

Tether diperdagangkan di sekitar USD 0,99, turun sangat tipis sekitar 0,01 persen. Sementara USD Coin juga berada di kisaran USD 0,99, mencerminkan kestabilan nilainya terhadap dolar AS.

Stablecoin memang dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil sehingga sering digunakan sebagai alat lindung nilai ketika pasar kripto sedang bergejolak.

Kapitalisasi Pasar Kripto Global Turun

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global juga mengalami penurunan. Nilainya tercatat berada di sekitar USD 2,33 triliun atau setara Rp 39.339 triliun.

Angka tersebut turun sekitar 3,23 persen dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan kapitalisasi pasar biasanya terjadi ketika mayoritas aset digital mengalami tekanan harga dalam waktu bersamaan.

Meski demikian, banyak analis menilai pasar kripto masih memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya adopsi teknologi blockchain, pengembangan ekosistem Web3, serta minat investor institusional.

Recommended