Harga Minyak Dunia Anjlok Setelah Isyarat Trump Soal Iran

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam setelah adanya sinyalemen dari Presiden AS Donald Trump mengenai potensi perundingan dengan Iran.

Harga minyak mengalami penurunan tajam pada hari Senin setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan potensi pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik. Namun, pihak Iran membantah adanya negosiasi tersebut.

Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, turun lebih dari 7% menjadi US$ 104 per barel setelah sebelumnya anjlok lebih dari 13%. Sempat menyentuh level di atas US$ 114 per barel.

Sementara itu, WTI mengalami penurunan sebesar 6,9% menjadi US$ 91,4 per barel, setelah sebelumnya berada di kisaran US$ 100. Meskipun turun, harga minyak saat ini masih lebih tinggi dibandingkan sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

Menurut CNN, Selasa (24/3/2026), Trump menyatakan bahwa dalam dua hari terakhir, AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang positif untuk mencapai penyelesaian konflik di Timur Tengah. Ia juga menambahkan bahwa pembicaraan ini akan terus berlanjut sepanjang minggu.

Trump juga dilaporkan telah menunda semua rencana serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, tergantung pada hasil pembicaraan yang sedang berlangsung.

Pemerintah Iran membantah klaim adanya dialog dengan AS. Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, mengutip Kementerian Luar Negeri, menyebut klaim Trump sebagai upaya untuk menekan harga energi dan mencari waktu.

Perubahan sikap Trump ini terbilang signifikan. Dua hari sebelumnya, ia sempat mengancam akan menghancurkan fasilitas listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan tersebut muncul sehari setelah ia berbicara tentang kemungkinan meredakan konflik.

Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan akan membalas setiap serangan terhadap fasilitas listrik mereka dan menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup tanpa batas waktu.

Pernyataan tersebut sempat mendorong harga minyak naik pada hari Minggu dan berlanjut hingga Senin, sebelum akhirnya berbalik turun. Mereka juga menegaskan bahwa jika fasilitas listrik Iran diserang, mereka akan melakukan serangan balasan dengan target infrastruktur energi dan komunikasi Israel, serta pembangkit listrik di negara-negara kawasan yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Recommended