Ahli Bantah Hoaks Gajah Memeluk Agama dan Menyembah Bulan

Informasi viral mengenai gajah yang disebut memiliki agama dan ritual menyembah bulan dipastikan sebagai hoaks yang bersumber dari catatan kuno tidak akurat.

Narasi yang mengeklaim gajah memiliki agama dan melakukan ritual penyembahan terhadap bulan dipastikan sebagai informasi palsu atau hoaks setelah viral kembali di media sosial pada Minggu (19/4/2026). Klaim tersebut sebelumnya sempat masuk ke dalam entri Wikipedia sebelum akhirnya dihapus karena tidak memiliki basis ilmiah yang valid.

Dilansir dari Detik iNET, hoaks ini bermula dari unggahan seorang netizen di platform X (dahulu Twitter) yang menyertakan tangkapan layar Wikipedia. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa gajah menyadari siklus alam dan melakukan ritual mandi serta melambaikan ranting ke arah bulan sabit.

Referensi yang digunakan dalam klaim tersebut merujuk pada tulisan Ronald K. Siegel dari tahun 1977 dan 1980. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, sumber asli informasi tersebut berasal dari catatan Plinius Tua (Pliny the Elder), seorang penulis dari masa Romawi kuno.

Plinius dikenal memberikan banyak catatan sejarah, namun sering kali menyertakan informasi yang tidak akurat secara sains. Selain menyebut gajah religius, ia juga mengeklaim bahwa domba bisa tumbuh dari tanah dan gajah memahami konsep kejujuran serta keadilan layaknya manusia.

"Kutipan pada halaman arsip untuk karya Ronald K. Siegel mengarahkan pembaca ke 'The Psychology of Life After Death', yang ditulis pada tahun 1980," lapor IFLScience melalui Detik iNET. Catatan tersebut kini dianggap kontroversial dan tidak lagi digunakan sebagai rujukan ilmiah karena tidak didukung oleh observasi biologi modern.

Meskipun klaim tentang agama gajah terbukti keliru, para peneliti mengakui bahwa gajah adalah hewan yang sangat cerdas. Secara ilmiah, gajah menunjukkan perilaku yang menyerupai masa berkabung saat ada anggota kelompoknya yang mati.

Gajah diketahui sering mengunjungi bangkai sesamanya yang membusuk dan mengeluarkan suara tertentu di sekitar lokasi kematian tersebut. Hal ini menandakan adanya ikatan emosional yang kuat dan kemampuan kognitif tinggi pada hewan tersebut, termasuk dalam memahami isyarat manusia.

Recommended