IGRS Diduga Bocorkan Data Game Belum Rilis Termasuk 007 First Light

Sistem Indonesia Game Rating System (IGRS) diduga mengalami kebocoran data yang mengungkap gameplay game 007: First Light dan ribuan email pengembang.

Lembaga Indonesia Game Rating System (IGRS) diduga menjadi sumber kebocoran materi video game yang belum dirilis pada Senin, 13 April 2026. Insiden ini mengungkap konten sensitif dari sejumlah judul besar, termasuk cuplikan gameplay 007: First Light dan ribuan data surel milik para pengembang.

Dilansir dari Medcom, celah keamanan pada sistem klasifikasi usia tersebut memungkinkan publik mengakses materi pengujian yang seharusnya bersifat rahasia. Materi yang terekspos mencakup potongan gambar, cutscene penting, hingga detail mekanisme permainan yang dikirimkan pengembang untuk proses rating.

Laporan dari situs VideoGamesChronicle (VGC) menyebutkan bahwa lebih dari satu jam cuplikan gameplay 007: First Light telah beredar luas di media sosial. Kebocoran ini bahkan menyertakan adegan yang diduga merupakan bagian penutup atau akhir dari cerita permainan tersebut.

Selain judul agen rahasia tersebut, game Echoes of Aincrad juga terkena dampak serupa dengan bocornya aset-aset sinematik. Beberapa judul lain seperti Assassin’s Creed IV: Black Flag dan Castlevania: Belmont’s Curse turut masuk dalam daftar data yang terekspos di sistem IGRS.

Kebocoran ini tidak hanya terbatas pada konten visual, tetapi juga membuka akses terhadap ribuan alamat email milik para pengembang game. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku industri terkait perlindungan data pribadi dan keamanan siber di lingkungan lembaga rating.

Secara teknis, IGRS mewajibkan pengembang mengunggah materi spesifik untuk penentuan kategori usia melalui tautan tertentu. Namun, sejumlah pengamat menilai metode pengunggahan dan pemeriksaan manual yang dilakukan tim IGRS memiliki kerentanan tinggi jika tidak didukung sistem keamanan mumpuni.

Hingga saat ini, keterbatasan sumber daya manusia di lembaga tersebut diduga menjadi faktor yang mempengaruhi kualitas pengelolaan keamanan data. Para pelaku industri memperingatkan bahwa insiden ini dapat merusak pengalaman pemain dan merugikan sisi bisnis pengembang sebelum produk resmi diluncurkan.

Recommended