Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan dengan koreksi sebesar 2,03 persen ke posisi 6.956,80 pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026). Dilansir dari Detik Finance, pergerakan negatif ini dipicu oleh pelemanan seluruh sektor saham dengan sektor industri mencatat penurunan terdalam mencapai 2,95 persen.
Aksi jual bersih oleh investor asing memperberat beban indeks dengan total nilai mencapai Rp1,65 triliun di pasar reguler. Di seluruh pasar, nilai penjualan bersih asing tercatat sebesar Rp1,49 triliun, di mana saham perbankan besar seperti BBRI dan BBCA menjadi sasaran tekanan jual utama pelaku pasar.
Meskipun pasar secara umum memerah, sejumlah emiten komoditas seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan ADRO tetap mencatatkan penguatan. Penurunan indeks juga terjadi di saat pelaku pasar mengantisipasi rilis data inflasi tahunan yang diproyeksikan melandai ke angka 2,40 persen serta penyusutan neraca perdagangan Maret menjadi US$1 miliar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 19,75 persen menjadi US$417,65 juta pada kuartal I-2026. Laba bersih perusahaan turut terkerek 36,66 persen menjadi US$41,09 juta, didorong oleh peningkatan produksi batu bara yang mencapai 19,20 juta ton.
Peningkatan kinerja yang lebih tajam dicatatkan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan lonjakan laba bersih hingga 251,43 persen menjadi US$72,15 juta. Pertumbuhan ini terjadi seiring kenaikan pendapatan sebesar 19,24 persen di tengah stabilnya biaya produksi migas perusahaan sesuai target tahunan.
Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mengumumkan rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per saham. Keputusan ini diambil dari laba tahun buku 2025 dengan rasio pembagian laba mencapai 78,07 persen.
Jadwal cum dividen BJBR ditetapkan pada 7 Mei 2026, sementara proses pembayaran kepada para pemegang saham akan dilaksanakan pada 26 Mei 2026. Pendapatan bunga bank tersebut dilaporkan tumbuh menjadi Rp15,79 triliun meskipun terdapat penurunan pada sisi laba bersih secara tahunan.