Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kontraksi tajam dengan ditutup pada posisi 7.129,40 setelah kehilangan 3,38 persen nilai indeksnya pada akhir perdagangan Jumat (24/4/2026). Penurunan signifikan ini terjadi sepanjang hari menyusul pembukaan pasar yang sempat berada di level 7.378,0.
Data RTI Business menunjukkan pergerakan indeks hari ini sempat menyentuh titik tertinggi pada level 7.383,4 sebelum akhirnya terus merosot hingga mencapai titik terendah di 7.115,9. Pelemahan ini mencerminkan sentimen negatif yang mendominasi lantai bursa sejak pagi hari.
Volume transaksi di Bursa Efek Indonesia pada hari ini tercatat mencapai 47,128 miliar lembar saham, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai angka Rp 24,338 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2.685.047 kali.
Kondisi pasar menunjukkan dominasi emiten yang terkoreksi, di mana sebanyak 670 saham berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan. Sebaliknya, hanya terdapat 83 saham yang berhasil menguat dan 62 saham lainnya menutup hari dengan posisi stagnan.
Performa IHSG dalam periode yang lebih panjang juga memperlihatkan tren penurunan, dengan akumulasi pelemahan mingguan mencapai 6,61 persen. Dalam kurun waktu bulanan, indeks nasional ini tercatat menyusut sebesar 0,48 persen dari posisi sebelumnya.
Tekanan jual yang lebih besar terlihat dalam rentang waktu menengah, di mana IHSG anjlok 19,76 persen dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, jika dihitung dalam kurun waktu enam bulan perdagangan, indeks telah mengalami pelemahan sebesar 12,73 persen.