IHSG Ditutup Menguat di 8.235 pada 27 Februari 2026

IHSG ditutup menguat di level 8.235 pada 27 Februari 2026, setelah sempat melemah akibat peringatan S&P Global Ratings.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau pada 27 Februari 2026, setelah sebelumnya sempat tertekan oleh sentimen negatif dari S&P Global Ratings mengenai potensi penurunan peringkat kredit Indonesia. IHSG ditutup pada level 8.235.

Data dari RTI menunjukkan bahwa IHSG ditutup pada level 8.235, atau naik 0,22 poin dibandingkan dengan pembukaan yang berada di level 8.211. Sepanjang hari, IHSG mencapai level tertinggi di 8.246 dan level terendah di 8.093.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 38,24 triliun, dengan melibatkan 47,63 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 2,52 juta kali. Tercatat 341 saham menguat, 315 saham melemah, dan 163 saham stagnan.

Meskipun menguat secara harian, performa IHSG masih menunjukkan penurunan secara mingguan (0,44%), bulanan (1,02%), dan tiga bulanan (2,04%). Namun, IHSG mencatatkan kenaikan 4,74% dalam enam bulan terakhir, meskipun secara keseluruhan tahun 2026 masih melemah 4,76%.

S&P Global Ratings menyoroti profil kredit Indonesia, dengan memberikan peringatan tentang potensi penurunan peringkat kredit dalam waktu dekat. Lembaga pemeringkat tersebut menilai bahwa meningkatnya tekanan fiskal, terutama biaya pembayaran utang yang lebih tinggi, telah meningkatkan risiko ekonomi bagi Indonesia.

Analis di S&P Global Ratings, Rain Yin, menyampaikan bahwa pembayaran bunga utang Indonesia berpotensi melebihi ambang batas utama 15% dari pendapatan pemerintah tahun lalu. Hal ini dapat memicu pandangan yang lebih negatif terhadap peringkat kredit Indonesia jika terus berlanjut. Yin menyampaikan pernyataan ini dalam sebuah webinar tentang kawasan Asia Pasifik.

Saat ini, S&P belum mengubah prospek peringkat kredit Indonesia yang berada di level BBB. Namun, komentar Yin mengindikasikan kekhawatiran tentang posisi fiskal Indonesia.

Recommended