IHSG Hari Ini 27 Januari 2026 Melemah 0,73 Persen, Seluruh Sektor Saham Tertekan di Awal Sesi

Tekanan jual langsung mendominasi ihsg hari ini 27 Januari 2026 sejak awal perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah dan belum menunjukkan tanda pemulihan berarti pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia.

Pada 20 menit awal perdagangan, IHSG turun 65,19 poin atau 0,73 persen ke posisi 8.910,13. Sejak pembukaan, indeks bergerak fluktuatif namun tetap bertahan di zona merah, mencerminkan tekanan yang cukup merata di pasar saham.

Pada pembukaan, IHSG sempat berada di level 8.974, lalu bergerak di rentang level terendah 8.873 dan level tertinggi 8.978. Pergerakan indeks menunjukkan pelaku pasar masih cenderung melepas saham, terutama pada sektor-sektor sensitif terhadap sentimen ekonomi.

Memasuki perdagangan pagi, ihsg hari ini mencatat jumlah saham yang melemah jauh lebih dominan. Tercatat 415 saham turun, 170 saham menguat, dan 117 saham stagnan. Data ini menegaskan tekanan jual masih menjadi tema utama pasar pada awal pekan.

Dari sisi likuiditas, aktivitas transaksi terbilang aktif. Volume perdagangan mencapai 7,85 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp4,1 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 555.245 kali, menandakan pelaku pasar tetap agresif melakukan transaksi meski indeks bergerak turun.

Tekanan IHSG pagi ini datang dari seluruh sektor saham yang kompak berada di zona merah. Sektor industri menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,61 persen. Koreksi ini diikuti sektor bahan baku yang melemah 1,48 persen.

Selanjutnya, sektor properti turun 0,98 persen, sementara sektor kesehatan terkoreksi 0,79 persen. Pelemahan juga terjadi pada sektor barang konsumsi siklikal yang turun 0,51 persen, serta sektor infrastruktur yang melemah 0,48 persen.

Tekanan turut menjalar ke sektor defensif. Sektor barang konsumsi non-siklikal tercatat turun 0,38 persen, disusul sektor teknologi yang melemah 0,32 persen, dan sektor keuangan yang turun 0,28 persen.

Adapun tekanan paling ringan dialami sektor energi dan transportasi, yang masing-masing hanya terkoreksi 0,09 persen. Meski relatif terbatas, kedua sektor ini tetap belum mampu keluar dari zona merah.

Pada daftar saham dengan penurunan terdalam, saham PT Indo Premier Investment Management Tbk melalui kode XISC mencatat koreksi paling tajam dengan penurunan 14,38 persen. Tekanan besar juga terjadi pada saham PT Royalutama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang melemah 14,09 persen, serta saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) yang turun 14,02 persen.

Tekanan lanjutan terlihat pada saham XPDV milik PT Pinnacle Persada Investama Tbk yang terkoreksi 13,82 persen, serta saham XPSG yang melemah 13,48 persen.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan. Saham PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) memimpin daftar penguatan setelah melonjak 25,00 persen.

Selanjutnya, saham PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) menguat 24,78 persen, disusul PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang naik 24,60 persen. Saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) mencatat kenaikan 20,00 persen, sementara PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) menguat 18,63 persen.

Secara keseluruhan, ihsg hari ini 27 Januari 2026 masih berada di bawah tekanan dengan pelemahan yang merata di seluruh sektor. Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati pergerakan lanjutan IHSG hingga akhir sesi untuk melihat apakah tekanan jual mulai mereda atau berlanjut.