Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (28/1/2026), dibuka melemah tajam pada awal perdagangan sesi I. IHSG tercatat turun 586,71 poin atau setara 6,53 persen ke level 8.393,51. Sepanjang menit-menit awal perdagangan, pergerakan IHSG berada di kisaran 8.349 hingga 8.397.
Tekanan jual mendominasi pasar saham domestik sejak pembukaan. Kondisi IHSG Hari Ini langsung memerah seiring mayoritas saham bergerak di zona koreksi. Meski demikian, di tengah pelemahan tajam indeks, terdapat sejumlah saham yang justru mencatatkan penguatan dan masuk dalam daftar top gainers pada sesi awal perdagangan.
Berdasarkan data RTI, aktivitas transaksi pada awal sesi terpantau cukup aktif. Sebanyak 4,75 miliar saham telah berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,15 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 255.040 kali transaksi pada menit-menit awal perdagangan sesi I.
Dari sisi pergerakan saham, tekanan jual terlihat dominan. Sebanyak 496 saham tercatat mengalami penurunan harga. Sementara itu, hanya 55 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Adapun 115 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan sebelumnya.
Di tengah kondisi pasar yang tertekan, terdapat lima saham yang mampu bergerak berlawanan arah dengan indeks. Saham-saham tersebut masuk dalam jajaran top gainers dan mencatatkan kenaikan harga signifikan pada awal perdagangan sesi I. Kenaikan harga saham-saham ini tercatat berada di rentang 13 persen hingga 25 persen.
Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO). Saham WAPO tercatat melonjak paling tinggi dengan kenaikan sebesar 25,53 persen ke level Rp 236 per saham. Lonjakan harga ini menempatkan WAPO sebagai saham dengan penguatan tertinggi di sesi awal perdagangan.
Selain WAPO, saham PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) juga mencatatkan kenaikan signifikan. Harga saham BOGA melesat 18,12 persen dan diperdagangkan di level Rp 1.695 per saham pada awal sesi I.
Saham lainnya yang masuk daftar top gainers adalah PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR). Saham STAR tercatat melonjak 17,6 persen ke posisi Rp 735 per saham. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan jual yang melanda sebagian besar saham di Bursa Efek Indonesia.
Selanjutnya, saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) juga mencatatkan penguatan. Harga saham KAQI meningkat 16,25 persen ke level Rp 93 per saham. Pergerakan saham KAQI turut mempertegas adanya saham-saham yang mampu bertahan dan menguat di tengah pelemahan IHSG.
Saham kelima yang masuk dalam daftar top gainers adalah PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Saham PNSE tercatat naik 13,01 persen ke harga Rp 825 per saham pada awal perdagangan sesi I.
Sementara itu, pergerakan IHSG secara keseluruhan masih berada di zona negatif. Pelemahan indeks terjadi bersamaan dengan dominasi saham-saham yang mengalami koreksi harga. Kondisi ini tercermin dari perbandingan jumlah saham yang melemah jauh lebih besar dibandingkan saham yang menguat.
Pada perdagangan hari ini, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada proyeksi pergerakan IHSG ke depan. Dalam riset terbarunya, Reliance Sekuritas menyampaikan pandangan teknikal terkait pergerakan IHSG.
Reliance Sekuritas memprediksi IHSG hari ini berpeluang menguat dan bergerak pada rentang support di level 8.908 serta resistance di level 9.031. Proyeksi tersebut disampaikan berdasarkan analisis teknikal terhadap pergerakan indeks.
Secara teknikal, Reliance Sekuritas menjelaskan bahwa candle terakhir IHSG membentuk pola dragonfly yang dikategorikan sebagai bullish pattern. Selain itu, pergerakan IHSG disebut masih berada di atas garis MA20. Indikator Stochastic juga tercatat membentuk golden cross.
“Dengan demikian, IHSG hari ini akan mengalami penguatan,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Reliance Sekuritas juga menyampaikan sejumlah saham pilihan yang direkomendasikan untuk perdagangan hari ini. Saham-saham yang direkomendasikan tersebut antara lain CUAN, BWPT, SMRA, dan WIIM.
Pada sesi awal perdagangan, pergerakan IHSG dan saham-saham unggulan masih terus dipantau pelaku pasar. Aktivitas transaksi diperkirakan akan terus berkembang seiring berjalannya perdagangan sesi I dan sesi II di Bursa Efek Indonesia.
Dengan kondisi pasar yang bergerak dinamis, perhatian investor tertuju pada pergerakan lanjutan IHSG serta respons pasar terhadap saham-saham yang mencatatkan penguatan maupun koreksi harga. Data perdagangan dan pergerakan indeks sepanjang hari akan menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam mencermati arah pasar saham domestik.