IHSG Melemah Akibat Konflik Timur Tengah 4 Maret 2026

IHSG mengalami pelemahan sebesar 4,32% ke level 7.596,57 pada perdagangan sesi I 4 Maret 2026 akibat konflik Timur Tengah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penurunan selama sesi I perdagangan hari ini, Rabu (4/3/2026). Konflik di Timur Tengah disebut menjadi pendorong utama pelemahan indeks saham.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik ini dapat memicu kenaikan harga energi dan inflasi global.

"Perang AS-Iran berdampak terhadap harga energi dan inflasi global. Sentimen risk-off diperkirakan masih terjadi seiring dengan faktor geopolitik global dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi serta volatilitas market," ungkap Nafan.

Nafan menambahkan, eskalasi konflik berpotensi menekan perekonomian global karena penutupan Selat Hormuz dapat meningkatkan biaya logistik dan mengganggu kinerja ekspor.

Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, berpendapat bahwa pelemahan IHSG hari ini merupakan hasil kombinasi beberapa sentimen, tidak hanya geopolitik. Aksi ambil untung pada saham-saham berkapitalisasi besar dan arus keluar dana asing di sektor perbankan juga turut mempengaruhi.

"Tekanan di IHSG juga datang dari faktor lain seperti aksi profit taking pada saham-saham big caps setelah reli sebelumnya, serta arus keluar dana asing yang cukup besar di sektor perbankan dan saham likuid. Ketika dana asing keluar dari saham berkapitalisasi besar, dampaknya ke indeks menjadi sangat signifikan," imbuhnya.

Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menyoroti bahwa meluasnya konflik di Timur Tengah dan potensi penutupan Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran investor terkait pasokan minyak mentah, yang berdampak pada bursa saham global.

"Dengan meluasnya konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, maka meningkatkan kekhawatiran investor akan supply minyak mentah. Sehingga meningkatkan ketidakpastian secara global, nampak juga bursa global terkoreksi agresif," ungkap Herditya.

Pada penutupan sesi I hari ini, IHSG tercatat melemah 4,32% ke level 7.596,57 setelah dibuka pada level 7.896,37. Volume perdagangan tercatat 35,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 18,10 triliun dan frekuensi perdagangan 2.123.098 kali.

Recommended