IHSG Melorot ke Level 8.263, Cek 5 Saham Top Gainers yang Meroket saat Market Koreksi

Lantai bursa Tanah Air tengah mengalami tekanan pada perdagangan sesi pertama hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak kehilangan tenaga setelah sempat mencoba bertahan di zona hijau pada pembukaan perdagangan. Sentimen global yang bervariasi serta aksi ambil untung di sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi faktor utama yang menyeret indeks ke zona merah.

Meskipun laju indeks utama sedang lesu, dinamika pasar modal selalu menyisakan celah bagi para pemburu cuan. Di tengah koreksi yang terjadi, sejumlah saham lapis kedua justru menunjukkan performa impresif dengan mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Fenomena ini memperlihatkan bahwa rotasi sektor dan minat spekulatif investor pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar lebih kecil masih sangat tinggi.

Bagi pelaku pasar, situasi ini menuntut kejelian ekstra dalam memilah aset yang memiliki daya tahan di tengah fluktuasi. Penurunan indeks sebesar 0,34% hingga sejam pertama perdagangan memberikan gambaran bahwa tekanan jual masih cukup dominan. Namun, daftar top gainers hari ini membuktikan bahwa selalu ada peluang bagi mereka yang mampu membaca arah pergerakan dana segar di pasar reguler.

Analisis Pergerakan IHSG dan Tekanan di Sektor Blue Chip

Berdasarkan pantauan data perdagangan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melorot sebesar 27,82 poin atau sekitar 0,34% ke level 8.263,14 pada satu jam pertama perdagangan, Kamis (12/2/2026). Pergerakan indeks hari ini terpantau sangat dinamis dengan rentang fluktuasi di kisaran 8.258 hingga 8.334. Dikutip dari investor.id (12/2/26), volatilitas ini mencerminkan adanya tarik-menarik antara sentimen beli dan aksi profit taking investor.

Tekanan pada indeks utama juga terlihat jelas dari performa saham-saham unggulan. Indeks LQ45, yang menjadi barometer saham-saham blue chip dengan likuiditas tinggi, tercatat terkoreksi lebih dalam yakni sebesar 0,48%. Hal ini menandakan bahwa saham-saham penggerak pasar (market movers) sedang mengalami fase konsolidasi atau distribusi oleh investor institusi, yang kemudian memberikan dampak domino terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Statistik Perdagangan Sesi I

Hingga satu jam perdagangan berlangsung, aktivitas pasar tergolong cukup masif dengan rincian sebagai berikut:

  • Volume Perdagangan: 17,08 miliar lembar saham.

  • Nilai Transaksi: Mencapai Rp 8,83 triliun.

  • Frekuensi Transaksi: 1.143.716 kali transaksi.

  • Kondisi Emiten: 262 saham menguat, 334 saham menurun, dan 212 saham stagnan.

Melihat data tersebut, jumlah saham yang terkoreksi jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat. Dominasi warna merah di layar bursa ini sejalan dengan melemahnya mayoritas indeks sektoral, terutama di sektor perbankan dan energi yang biasanya menjadi penopang utama IHSG.

Barisan Saham Top Gainers yang Melawan Arus

Di balik lesunya indeks, lima saham justru berhasil mencatatkan kenaikan fantastis. Mayoritas saham yang masuk dalam daftar ini merupakan emiten yang bergerak di sektor properti, logistik, dan manufaktur komponen otomotif. Kenaikan harga saham-saham ini berkisar antara 17% hingga 32%, sebuah angka yang jauh melampaui rata-rata pertumbuhan pasar harian.

Daftar 5 Saham dengan Kenaikan Tertinggi

Berikut adalah detail lima emiten yang berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan di tengah melorotnya IHSG hari ini:

Kode Saham Nama Emiten Harga Terakhir Kenaikan (%)
LAPD PT Leyand Internasional Tbk Rp 146 32,73%
YPAS PT Yanaprima Properti Indonesia Tbk Rp 675 23,85%
ROCK PT Rockshields Properti Indonesia Tbk Rp 2.390 23,20%
TNCA PT Trimuda Nuansa Citra Tbk Rp 230 19,79%
INDS PT Indospring Tbk Rp 1.665 17,25%

Lonjakan tajam pada saham LAPD menjadi perhatian utama pelaku pasar karena hampir menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Fenomena ini sering kali dipicu oleh adanya aksi korporasi terdekat atau spekulasi terkait perubahan fundamental perusahaan yang direspon positif oleh para trader harian.

Recommended